Minggu, 26 April 2026

Berita Tulungagung

Perilaku Seks Menyimpang di Tulungagung Terdeteksi Meningkat sejak 2015

KPA Tulungagung mendeteksi peningkatan perilaku sekes menyimpang laki-laki seks laki-laki (LSL) sejak 2015.

Penulis: David Yohanes | Editor: Parmin
SURYAOnline/david yohanes
Pelaksana Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung, Ifada Nur Imaniar. 

SURYA.CO.ID | TULUNGAGUNG - Fenomena laki-laki seks laki-laki (LSL) di Tulungagung mulai mencuat tahun 2015.

Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung, Ifada Nur Imaniar, Selasa (23/7/2019).

"Saat tahun 2015, fenomena LSL terus naik dan menjadi perhatian kami," ujar Ifada.

Melihat fenomena ini, KPA memasukkan LSL dalam kelompok jangkauan pada tahun 2016.

Kelompok ini masuk dalam program penanggulangan HIV/AIDS di Tulungagung.

Salah satu alasannya, populasi kelompok ini cukup tinggi.

"Ketika kami mejangkau LSL, berarti kami menjangkau populasi yang sangat besar," sambung Ifada.

Ifada mengingatkan peran keluarga, untuk mencegah munculnya LSL.

Sebab orientasi seksual tidak muncul tiba-tiba, namun lewat proses yang panjang.

Menurutnya, peran sosok ayah sangat vital dalam membentuk persepsi seksual anak.

Misalnya sosok ayah yang sering melakukan kekerasan terhadap ibu, atau ayah yang tidak bertanggung jawab, maka bisa menyebabkan anak membenci sosok laki-laki.

Hal yang sama juga berlaku pada anak perempuan.

"Misalnya seorang ibu berpesan, jangan dekat dengan laki-laki karena berbahaya, laki-laki itu monster. Maka anak itu bisa menjadi lesbian," tutur Ifada.

LSL juga bisa dipicu sejarah kekerasan seksual pada anak.

Seorang anak yang pernah jadi korban, cenderung untuk menjadi pelaku di masa mendatang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved