Berita Surabaya

Gelar Gebyar Tari Remo dan Yosakoi di Jalan Tunjungan, Pemkot Surabaya Ingin Tarik Wisatawan Asing

Gebyar Tari Remo dan Yosakoi digelar bersamaan dengan Mlaku-mlaku Nang Tunjungan dibuka dengan aksi tari para siswa Surabaya, mulai TK hingga SMA

Gelar Gebyar Tari Remo dan Yosakoi di Jalan Tunjungan, Pemkot Surabaya Ingin Tarik Wisatawan Asing
SURYA.co.id/Delya Octovie
Semangat para penampil Remo dan Yosakoi di Jalan Tunjungan, Surabaya, Sabtu (20/7/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Terik matahari tak menghentikan semangat para penampil Remo dan Yosakoi di Jl. Tunjungan, Surabaya,  Sabtu (20/7/2019).

Gebyar Tari Remo dan Yosakoi digelar bertepatan dengan Mlaku-mlaku Nang Tunjungan tersebut dibuka dengan aksi tari para siswa Surabaya, mulai TK hingga SMA.

Satu di antara penampil adalah Kurida Dwi Anggraeni (18) dari SMA IPIEMS Surabaya.

Ia dan timnya yang terdiri dari 23 anggota tersebut sudah berlatih selama sebulan.

"Sebulan kami latihan. Sudah bolak-balik sekolah kami ikut ini, sejak 2012," kata Kurida, Sabtu (20/7/2019).

Meski begitu, ia mengaku tak masalah dengan durasi latihan, karena ia suka menari dan ada kebahagiaan sendiri dengan menari ramai-ramai.

"Suka saja, kayak ada kesan tersendiri menari bareng-bareng. Nggak susah kok Tari Yosakoi. Kami berharap bisa menang," katanya.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mengatakan Gebyar Tari Remo dan Yosakoi sudah digelar sejak tahun 2003, karena Surabaya menjalin sister city dengan kota Kochi, Jepang, yang memiliki tarian tradisional Yosakoi.

"Persamaan (Yosakoi) dengan Remo, adalah keduanya sama-sama menggunakan alat. Kalau Remo pakai krincingan di kaki itu, kalau Yosakoi pakai Naruto. Eh, Naruko," ujar Risma sambil tertawa usai dikoreksi oleh penonton.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menuturkan Gebyar Tari Remo dan Yosakoi ini digelar dengan tujuan menambah wisatawan asing.

Pemerintah Kota Surabaya pun telah menjalin kerja sama dengan hotel hingga travel agent.

Karenanya, pemkot menyuguhkan hal berbeda dalam festival kali ini karena ingin menarik lebih banyak perhatian.

"Ini konsep berbeda yang kami maksud. Sebelumnya kan di Balai Kota, mungkin warga aksesnya susah. Jadi dibuat di Jl. Tunjungan supaya semua orang bisa lihat. Akhirnya penonton juga jelas lebih banyak dari gelaran sebelum-sebelumnya," paparnya.

Penulis: Delya Octovie
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved