Berita Sidoarjo

Pemuda Sidoarjo Aniaya Pacar Sendiri Hingga Lebam, Berawal dari Pesan Singkat dan Panggilan Telepon

Faishal Abdurrahman (22) menganiaya pacarnya sendiri hingga lebam karena cemburu

Pemuda Sidoarjo Aniaya Pacar Sendiri Hingga Lebam, Berawal dari Pesan Singkat dan Panggilan Telepon
tribunjatim.com/kukuh kurniawan
Pelaku penganiayaan saat digelandang oleh petugas Polsek Waru Sidoarjo, Rabu (10/7/2019). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Faishal Abdurrahman (22) menganiaya pacarnya sendiri hingga bagian pelipis mata bagian kiri mengalami lebam. Pemuda Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, menganiaya pacarnya lantaran dibakar api cemburu.

Kapolsek Waru, Kompol Saibani, mengatakan peristiwa penganiayaan itu sempat viral di media sosial. Kejadian bermula saat korban yaitu Debby Anggun Larasati (20) datang ke rumah Faishal.

Setibanya di rumah tersangka, korban diajak jalan-jalan oleh tersangka menggunakan sepeda motor. Setelah puas mengajak korban jalan-jalan sekitar pukul 22.30 WIB tersangka mengajak pulang.

"Korban saat itu menginap di rumah tersangka. Kemudian esok harinya sehari tersangka kembali mengajak jalan-jalan menggunakan sepeda motor di sekitaran Perum Deltasari," terangnya.

Tepat di lokasi itu, korban yang sedang duduk diatas motor, ketahuan oleh pelaku sedang bertukar pesan dan menerima telepon dari laki-laki lain.

Tersangka kemudian langsung naik pitam dan memukul korban menggunakan tangan kanan sebanyak dua kali hingga pelipis korban mengalami luka lebam.

"Sebelumnya tersangka dan korban sempat cek cok di atas motor. Pelaku emosi kemudian langsung memukul korban memakai tangan kanan. Memukul sebanyak dua kali hingga pelipis korban mengalami luka lebam," tambahnya.

Mengetahui luka lebam yang dialami korban, tersangka lantas mengajak korban berputar-putar dikawasan Wiyung, Surabaya untuk mencari kos-kosan hingga akhirnya mereka menemukan sebuah kos di daerah Klampis, Surabaya.

"Mereka sepakat mencari kost setelah terjadi pemukulan. Mereka mencari kost beberapa hari dengan maksud menunggu bekas luka yang dialami korban hilang," jelasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Waru, Iptu Untoro menjelaskan pelaku dan korban berhasil diamankan di salah satu rumah kost di daerah Surabaya.

"Setelah pengaduan keluarga dari korban, unit Reskrim Polsek Waru dan Gedangan berhasil mengamankan pelaku dan korban. Pelaku sendiri kooperatif ketika ditangkap," bebernya.

Untoro juga mengatakan dari hasil pemeriksaan diketahui tidak ada unsur penculikan, seperti yang sebelumnya viral di media sosial.

"Tidak ada unsur penculikan namun yang ada hanya unsur penganiayaan saja. Pelaku sendiri dijerat Pasal 351 dengan ancaman hukuman 2 tahun," pungkasnya.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved