Geger Penemuan Bayi Terbungkus Kain Pocong, Ari-arinya Dimasukkan Toples Kue & Dibungkus Kain Putih
Geger Penemuan Bayi Terbungkus Kain Pocong, Ari-arinya Dimasukkan Toples Kue & Dibungkus Kain Putih
Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID - Sebuah penemuan bayi terbungkus kain pocong menggegerkan warga Kampung Bulak Barat, RT 05/07, Kecamatan Cipayung, Kota Depok.
Kejadian penemuan bayi malang tersebut terjadi pada Rabu (3/7/2019) pagi oleh seorang warga bernama Anang yang merupakan petugas kebersihan.
Betapa kagetnya Anang melihat sebuah kresek hitam dan juga kain yang membungkus toples kue di teras majelis taklim yang kemudian diketahui adalah bayi dan ari-arinya.
Kejadian menggegerkan ini bermula ketika Anang akan melakukan perkerjaannya seperti hari-hari biasanya.
Anang (65), seorang petugas kebersihan majelis taklim Nurul Hikmah di Kampung Bulak Barat sedang bersih-bersih teras majelis taklim Nurul Hikmah pukul 05.30 WIB.
Kemudian perhatiannya tertuju pada sebuah bungkusan plastik warna hitam di teras majelis taklim tersebut.
Tak hanya plastik bungkus berwarna hitam, ada juga sebuah kemeja warna putih yang tampak menutupi sebuah toples kue.

Karena penasaran, Anang terlebih dahulu membuka bungkusan kain putih di sebelah kresek hitam tersebut.
Betapa kagetnya Anang ketika menemukan ari-ari bayi dalam wadah toples kue.
Sedangkan saat membuka kresek hitam di sebelahnya, Anang menemukan sosok bayi mungil yang sudah tak bernyawa.
"Setelah dibuka, ternyata toples itu berisi ari-ari dan plastik hitam itu berisi bayi perempuan yang telah meninggal," papar Anang di lokasi kejadian, Rabu siang.
Tak hanya ditemukan meninggal, bayi malang tersebut juga sudah dibungkus kain putih dan diikat layaknya pocong.
Karena kaget, Anang menyampaikan penemuan itu kepada pengurus RT 05/07 yang kemudian meneruskan laporan itu ke Polsek Pancoran Mas.
• Vanessa Angel Dikabarkan Cinlok dengan Pengacaranya, Begini Sosok Vanessa di Mata Milano Lubis
• Polisi Hamili 2 Wanita Sekaligus hingga Melahirkan, Briptu FM Disidang Etik dan Terancam Dipecat
Kapolsek Pancoran Mas, Komisaris Roni Agus Wowor, mengatakan, tak lama setelah menerima pengaduan warga, dia langsung menerjunkan anggota ke lokasi penemuan.
"Setelah tiba di TKP (tempat kejadian perkara--Red), ternyata benar terdapat bungkusan plastik warna hitam dan pada saat dibuka berisi kain warna putih yang sudah terikat seperti pocong," kata Roni.
"Setelah kain pocong dibuka, ternyata berisikan mayat bayi perempuan yang baru lahir," ungkapnya.
Tak lama kemudian, mayat bayi perempuan itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, Bogor, untuk keperluan otopsi.
Hingga saat ini, jajaran Polsek Pancoran Mas masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap siapa pelaku pembuang mayat bayi perempuan tersebut.
Kasus penemuan bayi bukan kali ini saja terjadi.
Kasus bayi dibuang juga terjadi di tepi jalan Gang Petai, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau pada (24/6/2019) lalu.
Bayi malang tersebut hanya mampu bertahan selama 2 hari setelah diantarkan warga ke RSUD Tengku Rafian Siak.
"Pada hari Senin tanggal 24 Juni 2019 pukul 07.50 WIB telah meninggal dunia bayi perempuan yang dirawat di RSUD Siak," kata Kapolres Siak AKBP Ahmad David.
Bayi tersebut awalnya ditemukan dalam keadaan hidup di dalam kantong plastik hitam Gang Petai belakang Siak meubel Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak.

• Ada Benjolan di Leher Raffi Ahmad, Suara Suami Nagita Slavina Kini Berubah dan Harus Operasi
• Penampakan Dompet Hotman Paris yang Murah & Beli di Pasar Tradisional, Isinya Bisa Buat Beli Berlian
• Deretan Perawatan Wajah Muzdalifah, Istri Fadel Islami Rela Wajahnya Disuntik, Begini Perubahannya
Warga menemukan bayi itu pada Sabtu (22/6/2019) pukul 18.30 WIB.
Ia mengatakan, pihak RSUD Tengku Rafian Siak menghubungi Polsek Siak terkait laporan meninggalnya bayi perempuan tersebut.
Jajaran Polsek bersama warga setempat mengurus pemakaman bayi tersebut.
"Prosesi memandikan, mengkafani, menyalatkan hingga pemakaman sudah selesai digelar," tambah dia.
Pihaknya masih terus melakukan penyelidikan atas pelaku pembuang bayi malang itu.
Ia membantah adanya isu di media soal yang mengatakan ibu bayi tersebut masih duduk di bangku SMP.
"Tunggu hasil penyelidikan dan penyidikan kita, jangan tebar hoaks yang bisa membuat masyarakat kebingungan," kata dia.
Informasi terkait meninggalnya bayi tersebut pada pukul 07.50 WIB.
Bayi perempuan yang ditemukan tersebut meninggal dunia setelah dirawat di ruang bayi RSUD Tengku Rafian.
Pada pukul 08.00 WIB, setelah kondisi bayi perempuan meninggal dunia pihak RSUD Siak menghubungi Kapolsek Siak Kompol Abdul Rahman.

Pukuk 08.15 WIB, Kapolsek Siak Kompol Abdul Rahman bersama Kanit Reskrim, Kanit IK beserta anggota mendatangi ruang bayi RSUD Tengku Rafian dan melihat bayi perempuan meninggal dunia tersebut.
Pukul 11.00 WIB dilakukan pemakaman di TPU Suak Santai, Kelurahan Kampung Dalam, kecamatan Siak.
Keterangan dari dokter yang merawat bayi perempuan tersebut mengatakan, bayi itu mengalami gangguan pernafasan.
Usia bayi masih prematur dengan berat 1,6 Kg panjang 40 cm.
Pihak RSUD Tengku Rafian Siak melakukan visum terhadap bayi perempuan yang meninggal dunia tersebut.
Pihak kepolisian dan RSUD Tengku Rafian Siak koordinasi dengan dinas Sosial kabupaten Siak diwakili Sekretaris Dinas Sosial Safrizal untuk dilakukan pemakaman bayi tersebut.
Bayi perempuan tersebut dimakamkan di TPU Suak santai.