Sabtu, 25 April 2026

Psikologi

Bagaimana Cara Agar Anak Gemar Membaca? Ini Kata Pakarnya

Orangtua mana yang tidak senang apabila buah hatinya gemar membaca buku seperti Maudy Ayunda? Tapi bagaimana caranya agar anak gemar membaca?

Penulis: Heftys Suud | Editor: Eben Haezer Panca
ist/parenthub
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

SURYA.co.id | SURABAYA - Orangtua mana yang tidak senang apabila buah hatinya memiliki kegemaran membaca buku seperti Maudy Ayunda?

Namun, rupanya mengajarkan anak agar senang membaca bukanlah hal mudah.

Lalu bagaimana cara agar anak gemar membaca

dr Pinansia Finska Poetri yang juga seorang montessori educator menuturkan, anak-anak memiliki fase belajarnya masing-masing.

Untuk mengajarkan anak membaca buku, tidak melulu dilakukan dengan meminta anak untuk duduk dan membaca buku sampai ceritanya selesai.

"Kalau anak kita usianya di bawah dua atau tiga tahun, biasanya itu adalah fase dimana ia belajar biaca. Jadi saat orangtua ingin dia tumbuh jadi pribadi yang gemar baca buku, targetnya jangan lansgung menyelesaikan cerita," papar dokter yang akrab disapa Pinan itu.

Dijelaskan Pinan, untuk membuat anak-anak gemar membaca, baiknya dilakukan secara step by step.

Untuk anak di bawah usia tiga tahun yang baru akan dikenalkan pada buku, targetkan supaya mereka mengenal dan tertarik dengan buku, terlebih dahulu.

"Caranya, orangtua tetep harus bacakan buku. Tapi, jangan paksa dia untuk mendengarkan cerita sampai habis, yang penting dia mengenal buku dulu, sekalian memperkaya kosakatanya," jelas Pinan.

Sebab, imbuhnya, anak berusia dibawah tiga tahun, biasanya sedang sangat aktif belajar berbicara.

Memperkaya kosakatanya dengan bantuan buku, akan merangsang anak secara halus untuk tertarik dan suka dengan buku.

"Kalau anak sudah suka sama buku, ngajak dia untuk menyelesaikan cerita itu sangat mudah," tukas Pinan.

Setelah ia merasa tertarik dengan buku dan punya banyak kosakata, rasa penasarannya pada isi buku akan tumbuh dan membuatnya sukarela mendengarkan cerita sampai akhir.

Setelah ia mulai akrab dengan keberadaan buku, barulah di usia empat tahun, orangtua mulai mengajarkan mereka membaca bukunya sendiri. Dimulai dengan membaca buku untuk early readers.

"Tapi kalau untuk kecepatan anak tertarik pada buku dan belajar membaca ini tergantung kemampuan dari masing-masing anak," ujar Pinan.

Namun, lanjutnya, kalau dalam teori montessori, kemampuan anak tidak dapat dibandingkan dengan anak lainnya. Sebab masing-masing dari mereka memiliki spiritual embryo yang berbeda.

"Orangtua harus berusaha secara perlahan membuatnya tertarik pada buku dulu, lalu ngajarin membaca. Kuncinya, jangan lihat anak orang lain untuk menilai anak kita, biarkan mereka berkompetisi dengan dirinya sendiri," tutur Pinan.

Spiritual Embryo Tiap Anak Berbeda, Jangan Paksa Anak-anak Jadi Seperti Maudy Ayunda

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved