Struktur Bata Merah Kuno Kembali Ditemukan di Jombang. Diduga Struktur Candi Era Majapahit
Sebuah struktur bangunan bata merah kuno kembali ditemukan warga di Kabupaten Jombang. Diduga ini adalah struktur candi kuno era Majapahit.
Penulis: Sutono | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id, JOMBANG - Sebuah struktur bangunan bata merah kuno kembali ditemukan warga di Kabupaten Jombang. Tepatnya di dasar sumber air di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang.
Adalah sejumlah warga setempat yang kali pertama menemukan bata merah kuno ini. Penemuan persis sepekan lalu atau Minggu (23/6/2019).
Saat itu, warga sedang membersihkan sumber air desa, pada Minggu (23/6).
Sumber air atau sendang ini oleh sebagian warga setempat termasuk lokasi yang disakralkan. Saat bersih sendang itu, sejumlah warga menguras air di dalam sendang.
Namun saat air di dasar sendang dengan luas permukaan sekitar 20 meter persegi mulai menipis, samar-samar terlihat tumpukan bata merah.
Saat itu, bentuk dari struktur bata merah itu belum terlihat jelas, karena sebagian tertutupi lumpur, sehingga tidak dianggap sebagai hal spesial. Struktur bata merah kuno ini baru terlihat saat warga membersihkan lumpur, Sabtu (29/6/2019).
"Semula kami mau bersih-bersih biar sumber airnya lancar. Ternyata ada tumpukan bata, tertata seperti sebuah bangunan kuno," terang Hamdan, warga setempat yang terlibat bersih-bersih sendang saat lokasi penemuan, Minggu (30/6/2019).
Struktur bata merah kuno ini membentang dengan panjang 10 meter. Sedangkan kedalaman bangunan bata merah ini diperkirakan 3 meter dari dasar sendang.
"Batanya ini besar-besar, lain dengan bata yang biasa kami pakai untuk bangunan sekarang. Ukuran sekitar lima kali lipat dari batu bata biasa," imbuh Hamdan.
Bata merah kuno ini terbagi dua sisi berbentuk tembok seperti saluran air. Jarak antara dua sisi tembok hanya 50-100 sentimer saja.
Hamdan menyebut saat menuruni bangunan bata merah itu untuk menguras air dan membersihkan lumpur, ia melihat sisi lain di dalam bangunan semacam terowongan. Namun terowongan atau lorong yang ditemukan masih tertutupi air.
"Tadi ada terowongan di sana, tapi belum tau bangunan apa karena belum dibersihkan. Kami kekurangan tenaga untuk membersihkannya," kilahnya.
Juru Pelihara Situs Bareng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, David Widodo menyebut, bata merah kuno ini diduga peninggalan era kerajaan Majapahit.
Sebab, bentuknya mirip dengan bata merah kuno yang ditemukan sebelumnya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngoro, dan Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Jombang beberapa waktu lalu.
Bentuk bata merah tersebut dicurigai mirip dengan bangunan candi. "Ini boleh jadi permukiman, bisa kanal air, bisa candi. Namun kemungkinan ini lebih mengarah ke bangunan candi," papar David.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/penemuan-candi-di-jombang.jpg)