Rabu, 22 April 2026

Delegasi UCLG ASPAC Terkesan Bantaran Sungai Jambangan Surabaya

Delegasi UCLG ASPAC dari New York sangat mengapresiasi warga Jambangan karena berhasil menyulap bantaran sungai menjadi lebih cantik dan elok.

Penulis: Delya Octovie | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/delya oktovie
Para delegasi United Cities Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) menyambangi RT 05 RW 03 Jambangan, Surabaya, Kamis (27/6/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 15 delegasi United Cities Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) menyambangi RT 05/RW 03 Jambangan, Surabaya, Kamis (27/6/2019).

Kampung Jambangan ini memiliki keistimewaan tersendiri, yakni warga yang melakukan GEBLAK, alias Gerakan Balik Kanan.

GEBLAK adalah gerakan di mana warga Jambangan yang tinggal di bantaran sungai, mengubah posisi rumah mereka menghadap sungai.

Ini dilakukan karena bantaran sungai sudah dipercantik dan warga bisa lebih mengapresiasi lingkungan bila pemandangan rumahnya diubah.

"Para delegasi kami ajak memasuki gang 10, yang kemudian disambut rombongan anak-anak pakai egrang. Kami memang ingin menunjukkan bahwa ini adalah permainan tradisional Indonesia," tutur Elok Sumilir, Ketua PKK RT 05 RW 03, Jambangan, Kamis (27/6/2019).

Begitu masuk, para delegasi yang berasal dari Taiwan, Amerika Serikat, Maroko hingga Belanda tersebut diajak menari bersama ibu-ibu PKK diiringi musik yang rancak.

"Kami ajak mereka menari, supaya mereka happy," cetusnya.

Setelah itu, para delegasi diajak memasuki wilayah bantaran sungai yang padat penduduk.

Elok memperlihatkan proses sebelum dan sesudah dalam mempercantik bantaran sungai.

Maurine, delegasi UCLG ASPAC dari New York, Amerika Serikat, mengatakan dirinya sangat mengapresiasi warga Jambangan karena berhasil menyulap bantaran sungai, menjadi tempat wisata yang bersih.

"Saya sangat salut dan apresiasi mereka karena sekarang wilayahnya jadi bersih dan nyaman untuk wisatawan. Saya rasa ini sesuai dengan program UCLG ASPAC," ungkapnya.

Elok pun menjelaskan pada Maurine dan kawan-kawan, bahwa pembongkaran halaman rumah yang menghadap bantaran sungai itu dilakukan secara swadaya, alias nol bantuan dari Pemerintah Kota Surabaya.

Ke-15 delegasi mengakhiri kunjungan mereka dengan memborong habis produk-produk ecoprint buatan warga.

Doa Untuk Risma

Mewakili delegasi lainnya, Maurine mengungkapkan simpatinya, karena Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo.

"Ya, saya tahu Wali Kota Surabaya, ibu Risma, semoga beliau lekas sembuh ya. Saya tahu Risma karena sering meraih penghargaan internasional, dan juga sebagai Presiden UCLG ASPAC," paparnya.

Ia berharap Risma bisa segera sembuh supaya lekas melanjutkan program pembangunan lingkungannya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved