Selasa, 21 April 2026

Advertorial

Semarak Hari Jadi Ke -101 Kota Madiun, Angkat Potensi Lokal Go-Internasional

Mulai dari Kenduri Akbar, Nikah Massal, Pagelaran Ketoprak, Sunatan Massal, dan juga Charismatic Night Festival.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Parmin
surya.co.id/rahadian bagus
Wali Kota Madiun, Maidi dan Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya memperkenalkan Pecel Pincuk dan Wedang Tape Kambang, kepada presenter Chika Jesica dan Indra Bekti pada acara Festival Pecel Pincuk, di Alun-alun Kota Madiun, Sabtu (23/6/2019). 

SURYA.co.id|MADIUN - Kota Madiun kini telah berusia 101 tahun. Pemerintah Kota Madiun menggelar beragam kegiatan untuk menyemarakkan hari jadi kota yang terkenal dengan kuliner nasi pecel ini.

Mulai dari Kenduri Akbar, Nikah Massal, Pagelaran Ketoprak, Sunatan Massal, dan juga Charismatic Night Festival.

Selama dua hari, juga digelar Festival Pecel Pincuk dan juga Festival Pencak Silat yang dikemas dalam acara Panggung Gembira.

Fastival Pecel Pincuk digelar pada Sabtu (23/6/2019) pagi di Alun-alun Kota Madiun. Sementara Festival Pencak Silat digelar hari berikutnya, Minggu (23/6/2019) di lokasi yang sama.

Dua event tersebut sengaja disiarkan langsung secara live di tv nasional agar, guna mengangkat potensi wisata dan budaya di Kota Madiun agar semakin dikenal masyarakat luas. Selain itu, juga sebagai promosi bagi produk unggulan Kota Madiun.

Pada saat Festival Pecel Pincuk, sebanyak 12 ribu pecel dibagikan secara gratis kepada ribuan warga. Selain memperkenalkan pecel, Wali Kota Madiun, pada hari itu juga memperkenalkan Wedang Tape Kambang.

"Minuman ini adalah minuman khas Kota Madiun, yang dahulu, pada saat itu bergandengan dengan Pecel. Makanya hari ini kita festivalkan, semuanya bisa dinikmati masyarakat, gratis semuanya. Dapat nasi pecel sama tape kambang.
Yang semula tenggelam, kita angkat lagi, minuman ini partnernya nasi pecel," kata Maidi, usai acara Festival Pecel Pincuk, Sabtu (23/6/2019).

Selanjutnya, pada hari berikutnya digelar Festival Pencak Silat, untuk mengangkat potensi lokal, yakni perguran silat. Seperti diketahui, saat ini Kota Madiun juga memiliki tagline sebagai Kota Pendekar.

"Hari ini ada perwakilan dari beberapa pendekar, yang kami tampilkan adalah yang juara nasional. Siapa yang juara, berhak tampil. Yang juara itu, mewakili para pendekar pencak silat di Kota Masiun. Jumlahnya ada 101 pendekar," kata Maidi, bersemangat.

Dia mengatakan, rencananya pada 25 Juli hingga 26 Juli 2019, akan digelar Pencak Silat Nusantara jilid II. Kegiatan bertaraf nasional ini akan menjadi penutup rangkaian perayaan dan peringatan Hari Jadi Kota Madiun ke-101.

"Insyallah nanti akan ada seni silat nusantara, bulan depan kami adakan. Launchingnya pada waktu habis upacara kenegaraan, pemainnnya semuanya sudah latihan, itu ada 13 perguruan pencak silat di Kota Madiun, dijadikan satu, semua jurus," katanya.

Dia menuturkan, setelah diluncurkan seni silat nusantara akan dikembangkan dan disosialisasikan ke sekolah-sekolah di Kota Madiun. Ke depan, seni silat nusantara akan dilombakan dalam skala nasional dan internasional.

Selain pecel dan wedang tape kambang, Maidi juga mempromosikan roti khas Kota Madiun, yakni Bluder. Seperti halnya pencak silat, Maidi berharap Bluder juga dikenal di luar Kota Madiun, bahkan di luar negeri.

"Bluder akan kita Go-Internasionalkan, untuk kota madiun. Kalau yang lain brem, brem oke sudah. Sekarang bluder kita, ini harus Go Internasional. Makanya hari ini kita tampilkan di sini juga," kata Maidi.

Dia mengatakan, pada hari jadi Kota Madiun ke-101, Pemkot Madiun hadir untuk seluruh masyarakat Kota Madiun. HUT Kota Madiun yang ke-101 adalah milik seluruh masyarakat Kota Madiun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved