Rabu, 22 April 2026

Dengan 3 Peluru, Polisi Tembak Mati Pencuri Motor di Surabaya

Seorang pelaku pencurian motor tewas ditembus tiga peluru polisi di Surabaya, Jumat (21/6/2019). Berikut kronologinya

mohammad romadoni
Ilustrasi mayat 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

SURYA.co.id | SURABAYA - Seorang pelaku pencurian motor tewas ditembus tiga peluru polisi di Surabaya, Jumat (21/6/2019).

Ia bernama Surai alias Dul, warga Jalan Donokerto Baru, Surabaya.

Surai diketahui mencuri sebuah motor jenis matic bernopol L-2141-IJ milik Dwi Rafli Wibowo (18) warga Jalan Pucang Sewu, Surabaya.

Rafli kehilangan motor saat kembali dari acara hajatan akad nikah salah seorang kerabatnya, sekitar pukul 10.00 WIB.

Pria bertubuh gempal itu mengakui, rumah dalam keadaan kosong dan motor matiknya itu memang lazim diperparkir di dalam halaman rumah.

Saat kembali, ia tak cuma melihat keadaan pagar rumahnya terbuka dalam kondisi kunci gemboknya rusak, namun motor matiknya itu tak lagi ada di tempat.

"Langsung saya telpon ke Radio SS, lalu habis Jumatan saya buat laporan ke Polrestabes Surabaya," katanya saat ditemui awak media di halaman Mapolrestabes Surabaya, Jumat (21/6/2019).

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Sinambela membenarkan bahwa pelaku memang mencuri motor tersebut dengan cara membobol pagar rumah korban.

"Pelaku masuk ke pekarangan rumah korban lalu membawa motor dengan cara merusak bagian kunci motor pakai kunci T,"

Leo juga membenarkan bahwa pelaku dihadiahi timah panas karena melawan saat hendak ditangkap polisi di Jalan Sidotopo, Sekolahan, Surabaya.

Ia melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa celurit.

Peluru pertama yang dimuntahkan pistol polisi mengenai kaki kanan pelaku, hingga membuatnya jatuh tersungkur dari atas motor curiannya.

"Kami lakukan penembakan awal oleh petugas lalu mengenai kakinya, tapi dia tetap melawan," katanya.

Kendati demikian, ternyata hal itu tak membuatnya jera.

Pelaku tetap bersikeras melawan dengan cara menyabetkan celurit itu ke arah petugas.

Tak mau ambil resiko, polisi terpaksa menghadiahi dua butir peluru yang bersarang tepat di dada sebelah kirinya.

"Akhirnya kami lakukan tindakan tegas, dilakukan penembakan dua kali di dada kirinya," lanjut Leo.

Leo menuturkan, setelah tewas, pelaku dibawa ke kamar mayat RSUD Dr Soetomo, Surabaya. 

"Nanti kami akan kesana meninjau langsung ke kamar mayat," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved