Muncul Desakan Elit Demokrat untuk Gelar KLB, DPP Minta Pengurus Daerah Tahan Diri

DPP Partai Demokrat berharap pengurus di daerah untuk menahan diri dengan munculnya desakan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat

Muncul Desakan Elit Demokrat untuk Gelar KLB, DPP Minta Pengurus Daerah Tahan Diri
surya/hayu yudha prabowo
Foto dok ilustrasi - Simpatisan Partai Demokrat saat kampanye terbuka di Malang, Sabtu (22/3/2014). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat berharap pengurus di daerah untuk menahan diri dengan munculnya desakan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat.

Para kader selaiknya menghormati Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat ini tengah berkabung usai meninggalnya sang istri, Ani Yudhoyono, beberapa waktu lalu.

"Terkait soal KLB, Ketua Dewan Kehormatan (Partai Demokrat) Pak Amir Syamsuddin sudah meminta semua kader menahan diri," kata Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat, Imelda Sari, kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi dari Surabaya, Imelda Sari (Senin, 17/6/2019).

Pihaknya berharap kepada para senior partai dan seluruh kader saat ini menahan diri untuk bicara urusan organisasi. Apalagi, SBY dan keluarganya masih dalam keadaan berkabung atas kehilangan Ibu Ani Yudhoyono.

"Apalagi Bapak saat ini masih berkabung, belum 40 hari. Saya mohon gunakan “roso”, terkait usulan KLB dari para pengusul tunggu saja dari Dewan Kehormatan Partai yang akan memutuskan," katanya.

Pihaknya juga membantah penjelasan Ketua DPP Partai Demokrat, Subur Sembiring, yang menyebut penunjukkan Sekjen Hinca Panjaitan sebagai pelaksana tugas harian menyalahi aturan AD/ART partai. Imelda menegaskan bahwa penunjukan itu sesuai dengan tugas pokok dan fungsi organisasi.

"Sekjen dan jajaran Kesekjenan melaksanakan tugas yang menjadi tupoksi untuk menjalankan roda organisasi sehari hari," kata Imelda menjelaskan.

Instruksi ini disampaikan karena sebelumnya SBY harus menemani sang istri, Ani Yudhoyono. "(Instruksi) ini kan disampaikan saat Ketum sedang merawat Alm Ibu Ani Yudhoyono di Singapura selama 4 bulan," katanya.

Apalagi, dalam menjalankan tugas tersebut, unsur pimpinan juga seringkali berkoordinasi di Singapura. "Gak ada yang tidak sesuai organisasi tupoksi dijalankan semua unsur Pimpinan," urainya.

"Beberapa kali unsur pimpinan, saya tahu dipanggil ke Singapura untuk rapat dan koordinasi baik Sekretaris Majelis Tinggi, Anggota Majelis Tinggi, Waketum, hingga Sekjen. Sebab, tidak mungkin tinggalkan Ibu Ani yang dirawat," katanya.

Di dalam koordinasi itu, sejumlah masalah dibicarakan. "Termasuk soal sengketa Pileg sampai ke MK. Komandan Kogasma (Agus Harimurti Yudhoyono) memimpin kampanye pemenangan Pileg dan Pilpres juga sudah dilakukan. Tugas ini hingga selesai keputusan terkait Pemilu final," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, DPD Demokrat Jawa Timur menegaskan pihaknya belum memikirkan usulan KLB. "Kami tak mengikuti. Sehingga, tak bisa berkomentar banyak. Kami juga masih di luar kota," kata Sekretaris DPD Demokrat Jatim, Renville Antonio dikonfirmasi terpisah, Senin (17/6/2019). 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved