Selasa, 7 April 2026

Diaspora Milan Italia Menginisiasi Gerakan Cinta NKRI

Diaspora Milan yakni masyarakat Indonesia di Luar Negeri yang tinggal di Milan, Italia, menginisiasi Gerakan Cinta NKRI.

Editor: Tri Mulyono
IST
Diskusi kebangsaan di Milan, Italia, Rabu ( 29/5/2019) atau Kamis (30/5/2019) dini hari waktu Indonesia. Sebagian peserta diskusi berfoto bersama. 

SURYA.CO.ID, MILAN - Diaspora Milan yakni masyarakat Indonesia di Luar Negeri yang tinggal di Milan, Italia, menginisiasi Gerakan Cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Gerakan ini bertujuan mendorong masyarakat diaspora untuk secara aktif memerhatikan dan sekaligus terlibat dalam penguatan ikatan NKRI yang berlandaskan Pancasila di dalam negeri.

NKRI yang berlandaskan Pancasila dalam spirit Bhinneka Tunggal Ika dan yang terwujud dalam UUD NRI 1945 harus diyakini sebagai warisan yang tak ternilai bagi bangsa Indonesia terutama bagi generasi sekarang dan generasi-generasi mendatang.

Hanya dengan memegang teguh Pancasila yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, NKRI akan terus ada.

Inisiasi gerakan cinta tanah air dalam diaspora ini merupakan kesimpulan yang tumbuh dalam diskusi kebangsaan di Cafe A Tavola Milan, Rabu malam (29/05/2019) atau Kamis dini hari di Indonesia.

Diskusi tersebut dihadiri oleh Wasekjen Partai Nasdem, Hermawi Taslim dan Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa), AM Putut Prabantoro, yang juga Alumnus Lemhannas RI – PPSA XXI dan dipandu oleh Maria Ardianingtyas.

Narasumber diskusi kebangsaan di Milan  (ki-ka): Wasekjen Partai Nasdem Hermawi Taslim, Maria Ardianingtyas (moderator) dan Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) AM Putut Prabantoro, yang juga Alumnus Lemhannas PPSA XXI, Milan, Italia, Rabu (29 /5/2019 atau Kamis (30/5/2019) dini hari waktu Indonesia.
Narasumber diskusi kebangsaan di Milan (ki-ka): Wasekjen Partai Nasdem Hermawi Taslim, Maria Ardianingtyas (moderator) dan Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) AM Putut Prabantoro, yang juga Alumnus Lemhannas PPSA XXI, Milan, Italia, Rabu (29 /5/2019 atau Kamis (30/5/2019) dini hari waktu Indonesia. (IST)

Menurut Hermawi Taslim, bangsa Indonesia dimanapun berada mempunyai hubungan batin yang erat dengan tanah airnya.

Masyarakat diaspora mempunyai kewajiban menjaga Pancasila agar terus hidup dan tidak diganti oleh nilai-nilai lain yang berasal dari luar negeri, apalagi yang bertentangan dengan Pancasila.

"Pilpres adalah bagian dan tahapan yang harus dilewati dalam demokrasi. Namun jika pilpres membuat yang dekat jadi jauh, ada konflik karena ada perbedaan pilihan politik, adalah tanggung jawab kita bersama untuk memulihkannya.

Biarlah MK menangani sengketa hasil pemilu itu dan aparat penegak hukum menyelesaikan dugaan pelanggaran hukum lainnya. Kita tidak perlu menambah persoalan, misalnya dengan ikut-ikutan mengadukan orang lain yang diduga melakukan pelanggaran hukum terkait pemilu.

Kita bangun kembali persaudaraan serta persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa. WNI di luar negeri bisa melakukan penguatan terus terhadap NKRI, baik melalui kehidupan sehari-hari maupun cara lain,” ujar Hermawi, yang juga Ketua Umum Forkoma PMKRI (Forum Komunikasi Alumni PMKRI) dalam keterangan tertulis kepada Surya.co.id.

Hermawi Taslim menegaskan, pentingnya masing-masing masyarakat diaspora juga menjalankan fungsi diplomasi bagi negara dan bangsa.

Dan sebaliknya para pejabat terkait perlu memberi perhatian lebih kepada masyarakat diaspora.

Sementara Putut Prabantoro menegaskan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada Sila Ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia.

Jika bangsa lain ingin menguasai Indonesia, persatuan Indonesia yang harus dihancurkan terlebih dulu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved