Berita Surabaya

Tarik Minat Anak Muda ke Tarian Sparkling Surabaya, Mahasiswi ISTTS Desain Buku Panduan

Tarian tradisional kerap diabaikan oleh generasi muda. Kesan jadul dan rumit kerap membuat anak muda lebih memilih mempelajari tarian modern.

Tarik Minat Anak Muda ke Tarian Sparkling Surabaya, Mahasiswi ISTTS Desain Buku Panduan
Surabaya.Tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Felicia Theodora 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tarian tradisional kerap diabaikan oleh generasi muda. Kesan jadul dan rumit kerap membuat anak muda lebih memilih mempelajari tarian modern.

Melihat kondisi ini, mahasiswa Desain Komunikasi Visual Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya (ISTTS), Felicia Theodora (21) mendesain buku panduan untuk tari Sparkling Surabaya.

Menurut alumnus SMAK Stella Maris ini, selama ini tarian Sparkling Surabaya kerap menjadi suguhan dalam kegiatan di Surabaya. Sayangnya sejarah dan standar dalam tarian ini belum banyak diketahui.

"Makanya saya ingin membuat buku ilustrasi sebagai panduan anak muda untuk mempelajarinya,"ujar gadis berambut keriting ini.

Iapun mengkaji sejarah terciptanya tarian tradisional baru ini. Bahkan ia mempelajari setiap detail gerakan tari Sparkling untuk dibuat tutorial tari, make up hingga busana dan asesorisnya.

"Selama ini banyak yang belum tahu tari Sparkling Surabaya. Jadi saya cari tahu mulai dari sejarahnya bagaimana tarian ini terbentuk. Semuanya saya buat ilustrasinya,"lanjutnya.

Untuk desain yang dibuatnya, Felicia sengaja memakai cat air dengan model manga. Pasalnya dengan memakai cat air, kesan lembut akan lebih tersampaikan sesuai dengan pembaca buku ini yang ditargetkan para calon penari.

"Kalau pakai manga biar disukai anak di usia 10 sampai 15 tahun yabg akan belajar tarian ini,"paparnya.

Meskipun suka menggambar, Felicia mengaku cukup kesulitan saat harus menggambar detail gerakan tari. Apalagi ia menggambarnya secara manual di kertas gambar.

"Buku 64 halaman saya buat dalam 5 bulan. Kesulitannya saat harus membuat gambar gerakan tari. Jadi tarian saya video,kemudian saya capture per gerakannya untuk saya gambar,"katanya.

Buku ini juga telah diujicobakan pada anak usia 10 sampai 15 tahun dan mendapat respon positif. Karena anak-anak ini mampu menyelesaikan membaca buku karena tampilan ilustrasi yang dianggap menarik.

Dosen Pembimbing Felicia, Naafi Nur Rohma mengungkapkan pembuatan buku ilustrasi tentang Tari Sparkling Surabaya ini terbilang hal yang baru, pasalnya mahasiswa lain cenderung memilih buku cerita sebagai tugas akhirnya.

"Buku lain karena di dalamnya tidak sekedar buku cerita, tetapi ada tutorialnya,"jelasnya.

Iapun mengungkapkan buku buatan Felicia bisa dikembangkan dalam skala komersial. Namun, sebelumnya diperlukan pengembangan dari segi ilustrasi untuk didetailkan lagi.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved