Pilpres 2019

Kivlan Zen Tersangka Makar dan Penyebaran Berita Bohong

Kivlan Zen ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan penyebaran berita bohong oleh penyidik Mabes Polri, Senin (27/5/2019).

Kivlan Zen Tersangka Makar dan Penyebaran Berita Bohong
Tribunnews
Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen 

SURYA.CO.ID | JAKARTA - Kivlan Zen ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan penyebaran berita bohong oleh penyidik Mabes Polri, Senin (27/5/2019).

Kivlan Zen merupakan bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat.

Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Jakarta, Senin (27/5/2019) malam.

"Sudah tersangka," kata Brigjen Dedi.

Kivlan Zen sebelumnya telah diperiksa polisi sebagai saksi dalam kasus makar.

Kuasa hukum Kivlan Zen, Pitra Ramdhoni mengatakan, kliennya sudah mengklarifikasi kepada penyidik bahwa tidak ada niatan Kivlan untuk makar dalam unjuk rasa pada 9 Mei 2019.

Pitra pun menyebut laporan polisi yang menuding Kivlan Zen hendak melakukan makar sebagai fitnah.

"Kami merasa difitnah dengan laporan polisi tersebut dan telah kami klarifikasi, bahwa kami tidak ada upaya untuk menggulingkan pemerintah seperti dalam pasal makar. Kami hanya protes, berunjuk rasa terhadap kecolongan-kecolongan (dalam pemilu). Dan itu (unjuk rasa) hanya dilakukan di Bawaslu dan KPU," kata Pitra.

Sebelumnya, Kivlan dilaporkan oleh seseorang bernama Jalaludin asal Serang, Banten dengan nomor laporan LP/B/0442/V/2019/Bareskrim.

Perkara yang dilaporkan adalah tindak pidana penyebaran berita bohong (hoaks) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan/atau Pasal 15 terhadap keamanan negara/makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 juncto Pasal 87 dan/atau Pasal 163 bis juncto Pasal 107. 

Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved