Senin, 13 April 2026

Fadli Zon Minta SBY Tak Mudah Baper karena Dibully, 'Saya Tiap Hari Kena Bully Santai Aja'

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak mudah baper alias terbawa perasaan.

Editor: Musahadah
youtube/kompas.com
Fadli Zon Minta SBY Tak Mudah Baper karena Dibully, 'Saya Tiap Hari Kena Bully Santai Aja' 

SURYA.CO.ID - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak mudah baper alias terbawa perasaan. 

Permintaan Fadli Zon itu diucapkan menanggapi pernyataan SBY yang mengaku banyak diserang setelah putranya yang juga Komandan Kosgama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu Presiden Jokowi. 

Fadli Zon bahkan membandingkan apa yang dialami SBY dengan dirinya. 

"Setiap politisi apapun yang dilakukan pasti ada kelompok yang suka ada kelompok yang tidak suka. Jadi enggak usah baper lah kalau kena bully itu. Saya tiap hari kena bully santai aja, enggak ada tuh saya baper-baperan," ujar Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Menurut Fadli, seharusnya politisi biasa dengan kritikan semacam itu.

Dia juga sering mendapatkan ejekan atas pernyataan-pernyataannya.

Namun dia menilai itu adalah hal biasa.

Kelompok yang setuju dengannya akan mendukung sementara yang tidak akan berbuat sebaliknya.

Nur Khamid Tolak Tawaran Polly Alexandria ke Inggris Padahal Mau Dibayari, Alasannya Tak Terduga

Nasib Pria Berjaket Ojek Online setelah Ajak Lempar Kotoran Manusia ke Panser di Aksi 22 Mei 2019

Sosok Ayah Mayangsari Dibocorkan Khirani Trihatmodjo - Bukan Orang Sembarangan, Video ini Buktinya!

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya menyatakan ia dan partainya diopinikan negatif oleh pihak tertentu setelah putranya Agus Harimurti Yudhoyono bertemu Presiden Joko Widodo.

Pertemuan AHY dan Jokowi berlangsung setelah Pemilu 2019 usai.

AHY bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, dan Istana Kepresidenan di Bogor.

"Akibat pertemuan itu, AHY, SBY, dan Partai Demokrat diserang habis oleh kalangan tertentu," kata SBY lewat siaran video yang diputar di kediamannya,Kuningan, Jakarta, Senin (27/5/2019).

"Setelah itu AHY di-bully sangat kejam. Mungkin itu cara Tuhan untuk menggembleng orang yang baru masuk di dunia politik. Dari serangan itu, sebenarnya kita tahu dari kelompok mana serangan sengit itu berasal," lanjut dia.

SBY mengatakan, hal tersebut merupakan pembeda antara Partai Demokrat dan pihak lain yang mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Menurut SBY, meski tak mengusung Jokowi, Demokrat tak menutup komunikasi dengan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved