Citizen Reporter

Pengalaman Unik Siswa Sekolah Citra Berkat The Taman Dayu saat Rayakan Imlek di Bagan Siapi-api

Bagan Siapi-api terletak di muara Sungai Rokan, Sumatra. Sebagian besar penduduknya menganut Khong Hu Chu.

Pengalaman Unik Siswa Sekolah Citra Berkat The Taman Dayu saat Rayakan Imlek di Bagan Siapi-api
foto: istimewa
Klenteng Kuan Kong dan Ji Kong di Bagan Siapi-api menyambut perayaan Imlek 2019. 

MASIH adakah orang yang tinggal di rumah kayu? Ada, tetapi mungkin sudah jarang sekali untuk menemukannya di beberapa pulau.

Di perbatasan kota Dumai hingga Bagan Siapi-api, masih banyak rumah-rumah kayu dengan usia puluhan tahun.

Dulu, sebagian besar rumah di Bagan terbuat dari kayu dan berwarna hijau. Sekarang, masih banyak orang yang menggunakan rumah kayu walaupun sudah ada beberapa bangunan yang sudah diubah.

Luas bangunan rumah Bagan tidak begitu besar. Di setiap rumah ada dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, serta tempat makan, dan di depan rumah ada kursi kayu untuk tempat bersantai dengan keluarga atau tetangga.

Di dalam rumah ada sebuah meja atau tempat untuk orang-orang bersembahyang. Selain menjadi tempat tinggal, rumah kayu juga banyak digunakan sebagai tempat orang-orang berjualan makanan dan minuman.

Bagan Siapi-api terletak di muara Sungai Rokan, Sumatra. Sebagian besar penduduknya menganut Khong Hu Chu. Mata pencaharian mereka nelayan dan burung walet.

Di Bagan, orang-orang menggunakan bahasa Hokkian. Bahasa Hokkian di sana masih sangat kental dan tidak tercampur oleh bahasa-bahasa gaul lainnya.

Pendidikan di sana cukup baik, hanya saja sebagian kecil sekolah kurang terawat. 

Orang-orang Bagan juga memiliki sikap untuk saling menghargai orang yang berbeda agama maupun bahasa dan lainnya.

Bagan memiliki beberapa makanan yang disukai banyak orang, ada kemi, wantanmie, karipeng, oie, miso, dan masih banyak lagi.

Halaman
12
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved