Rabu, 22 April 2026

Berita Lamongan

Bupati, Ketua DPRD, dan MUI Lamongan Kompak Kecam Aksi Anarkis 21- 22 Mei

Aksi kerusuhan di Jakarta pada 21-22 Mei 2019 dikecam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lamongan.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Parmin
surya/mohammad romadoni
Bupati Lamongan Fadeli (tengah) dalam sebuah acara. 

SURYA.co.id l LAMONGAN - Aksi kerusuhan di Jakarta pada  21-22 Mei 2019 dikecam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lamongan.

Kecaman tersebut langsung disampaikan oleh Ketua MUI Kabupaten  Lamongan, KH Aziz Khoiri, saat ditemui Surya.co.id diacara ziarah dan tabur bunga ke makam leluhur di Mbah Lamongan dalam rangka Hari Jadi Lamongan (HJL), Jumat (24/05/2019) sore.

Pihaknya mengecam keras tindakan brutal yang dilakukan oleh para perusuh yang tidak bertanggung jawab, karena dapat merusak stabilitas keamanan Negara Republik Indonesia.

Aksi di ibu kota yang dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat disusupi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

"Ujungnya,  mencul kegaduhan atau kerusuhan yang membuat beberapa tokoh masyarakat prihatin," kata Aziz Khoiri.

Aksi juga merusak infrastruktur dan menimbulkan bentrok sesama anak bangsa, termasuk bentrok dengan petugas keamanan.

" Seharusnya seluruh elemen masyarakat kembali bersatu, tidak perlu melakukan aksi semacam itu. Ini bahkan memicu keresahan di tengah - tengah masyarakat," katanya.

Semua elemen harus bersatu, jangan muda terprovokasi  yang tujuannya hanya ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Aziz  juga memberikan apresiasi kepada TNI Polri, yang sabar menjaga dan mengamankan jalannya Pemilu 2019 hingga pengamanan aksi 22 Mei.

"Terima kasih  TNI Polri yang dengan sabar mengamankan jalannya pemilu hingga aksi," katanya. 

Aziz berharap, setelah pemilu kembali bersatu membangun negeri.

Sementara itu, Ketua Bidang Fatwa MUI  Lamongan KH. Masnur Arif juga mengecam dan mengutuk keras aksi 22 Mei yang berakhir ricuh, hingga berujung menelan korban jiwa. Tidak seharusnya umat Islam dikorbankan demi kepentingan politik sesaat. 

 "Islam tidak pernah mengajarkan tindakan tindakan kekerasan yang mampu memecah belah umat, " tandasnya.

Apalagi sampai menimbulkan korban jiwa. Ia menghimbau seluruh masyarakat tidak terpengaruh dengan informasi informasi bohong yang memprovokasi pada perpecahan. 

"Kami mengecam dan mengutuk keras tindakan anarkis yang terjadi pada saat aksi 22 Mei kemarin. Benar benar tidak mencerminkan kedewasaan dalam berpolitik " kata Kiai Masnur Arif, Jumat (24/5/2019). 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved