Rabu, 8 April 2026

Berita Surabaya

3 Mahasiswa Kampus Negeri Kepergok Jadi Joki Tes FK UM Surabaya

Sebanyak empat orang joki tes masuk Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya diamankan

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: irwan sy
SURYA.co.id/Sulvi Sofiana
Mahasiswa yang tertangkap menjadi joki 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak empat orang joki tes masuk Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya gelombang kedua diamankan panitia pelaksana di tengah jalannya tes, Selasa (21/5/2019).

Para joki tersebut adalah RD (18) dan Inam (19) yang diduga mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) sementara BA (22) diduga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dan MM (17) yang merupakan alumnus salah satu SMA negeri di Kediri.

Rektor UM Surabaya, Sukadiono, mengungkapkan tahun ini tes FK menggunakan sistem Computer Based Test, sehingga penggunaan kertas sangat minim. Tetapi selama proses pelaksanaan tes, keempat pria tersebut melakukan gerak gerik yang mencurigakan.

"Mereka melakukan komunikasi via kertas yang disebar, satu joki membantu satu peserta. Akhirnya kami amankan dan memang mereka melakukan praktek perjokian," kata Sukadiono ditemui usai memeriksa keempat joki.

Suko, sapaan akrab Sukadiono, mengungkapkan dua mahasiswa UGM tersebut mengaku berasal dari program studi Teknik Elektro dan Ilmu gizi.

Sementara mahasiswa dari ITB berasal dari prodi Teknik Elektro. Dan satu lulusan SMA yang menjadi joki merupakan lulusan tahun ini.

"Kami sudah minta KTP mereka dan akan kami lakukan laporan ke kepolisian, kemudian berita acaranya akan kami kirim ke UGM dan ITB. Saya rasa perlu langkah antisipasi tes FK gelombang ketiga dan tahun berikutnya. Kami harus menambah kewaspadaan," lanjutnya.

Menanggapi ditemukannya mahasiswa UGM yang melakukan praktek perjokian juga mendapat tanggapan dari Prof Lincolin Arsyad, dari Pendidikan Tinggi Litbang PP Muhhamadiyah yang sekaligus guru besar Fakultas Ekonomi Bisnis UGM yang sedang mengisi kegiatan di UM Surabaya.

"Saya sebagai akademisi dan sebagai guru besar UGM sangat kecewa dan malu atas peristiwa ini. Karena dua dari empat joki ini dari UGM, sangat memalukan almamater saya," tandas Arsyad.

Iapun berharap pihak berwajib dapat menyelesaikan dengan cara yang bijaksana.

Pasalnya keempat joki yang ditemukan mendapat komisi sekitar Rp 5 juta sampai Rp 10 juta, padahal peserta ujian yang ikut tes membayar Rp 125 juta untuk jasa joki, sehingga perlu diusut jaringan joki tes masuk FK ini.

Terkait sanksi dari UGM, menurutnya merupakan wewenang rektor UGM.

"Yang pasti rektor harus tahu ada anaknya yang melakukan praktek perjokian dan mereka sudah mengaku," ujarnya

Joki Tes Masuk FK UMS Dijerat Pasal Pemalsuan Identitas

Keluarkan Uang Rp 125 Juta, Begini Pengakuan Penyewa dan Joki FH UM Surabaya yang Terciduk

Biodata Mayjen (Purn) Soenarko Mantan Danjen Kopassus yang Ditangkap Terkait Aksi 22 Mei 2019

Mahasiswa UGM & ITB Jadi Joki Ujian Masuk Fakultas Kedokteran, Modus Sederhana Tapi Dibayar 10 Juta

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved