Jumat, 24 April 2026

Jelang Lebaran 2019, Sembako, Transportasi, hingga Layanan Puskesmas jadi Perhatian Pemkab Sidoarjo

Ada sejumlah kebutuhan yang menjadi perhatian pemkab Sidoarjo saat lebaran. Diantaranya ketersediaan bahan pangan, kesehatan, serta perhubungan.

Penulis: M Taufik | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Wabup Sidoarjo (kiri) saat menggelar rapat kordinasi dengan sejumlah pejabat untuk persiapan lebaran, Senin (20/5/2019) 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Sembako dan transportasi merupakan hal utama yang harus dipastikan aman menjelang lebaran. Selain itu, layanan kesehatan di puskesmas, rumah sakit, dan sebagainya juga menjadi perhatian pemerintah.

Demikian diungkapkan Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin di sela rapat kordinasi bersama para pejabat Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Senin (20/5/2019).

Rapat tersebut sengaja digelar untuk melakukan sejumlah persiapan menjelang Idul Fitri.

"Ada sejumlah kebutuhan yang menjadi perhatian pemkab saat lebaran. Diantaranya ketersediaan bahan pangan, kesehatan, serta perhubungan. Ketiganya harus terpenuhi," kata Wakil Bupati.

Terkait sembako, disampaikan bahwa Pemkab Sidoarjo menjamin harga kebutuhan dasar tidak melambung tinggi. Sudah dilakukan sejumlah persiapan terkait itu.

Demikian halnya dengan transportasi, layanan kesehatan, dan beberapa persiapan lain, disebutnya semua sudah dipersiapkan dengan matang oleh semua instansi terkait.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Tjarda menyatakan harga bahan pangan terus naik menjelang puasa. Salah satu contohnya daging ayam yang sudah menyentuh angka Rp 33 ribu.

Kemudian harga bawang putih juga meroket. Di awal puasa lalu harga per kilonya mencapai Rp 60 ribu. Menurut Tjarda, kenaikan itu dipicu jumlah konsumsi yang meningkat. Sehingga barang di sejumlah pasar cepat habis.

"Menangani persoalan itu, kami bersama Bulog dan instansi terkait terus menggelar operasi pasar. Supaya harga stabil," kata Tjarda.

Operasi pasar sudah dilaksanakan pada 22 April – 10 Mei 2019. Diantaranya digelar di Balai Desa Banjarbendo, Balai Desa Sumput, Kecamatan Candi, Balai Desa Wedi, Kecamatan Gedangan, Kecamatan Sukodono, Balai Desa Keboharan, Balai Desa Watugolong – Krian, Keboan Anom-Gedangan, Balai Desa Keboansikep, Kecamatan Buduran, Balai Desa Kepadangan dan Lapangan Desa Kludan-Tanggulangin.

Komoditas yang dijual dalam operasi pasar, antara lain beras premium 5 kg seharga Rp 52.500, gula 1 kg seharga Rp. 10.000, tepung 1 kg seharga Rp. 7.700  dan minyak goreng 1 liter seharga Rp. 10.000.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian kabupaten Sidoarjo, Handajani menyampaikan data stok bahan pokok.

Contohnya gula. Jumlahnya mencapai 5.358 ton. Konsumsi gula di Sidoarjo mencapai 3.964 ton.

"Untuk ketersediaan telur ayam jumlahnya mencapai 5862 ton. Sedangkan konsumsi mencapai 5320 ton. Stok daging sapi juga surplus. Ketersediaan 5794 ton. Total konsumsi 5.227. Jadi, atok lebaran aman," jelasnya.

Sedangkan layanan kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) drg Syaf Satriawarman menyampaikan selama libur lebaran sejumlah puskesmas tetap membuka pelayanan. Terutama puskesmas yang berada di jalur utama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved