Berita Jember

Saudara Kembar Asisten Rumah tangga yang Disiram Air panas di Bali Ikut Sakit

Eko Febriyanto (21), saudara kembar Eka Febriyanti (21), ART yang disiram air panas oleh majikannya di Bali 'merasakan' sakit yang dirasakan Eka.

Saudara Kembar Asisten Rumah tangga yang Disiram Air panas di Bali Ikut Sakit
Surabaya.Tribunnews.com/Sri Wahyunik
Eko Febriyanto (kanan) bersama pengacara Eka Febriyanti, Supriyono 

SURYA.co.id | JEMBER -  Eko Febriyanto (21), saudara kembar Eka Febriyanti (21), asisten rumah tangga (ART) yang disiram air panas oleh majikannya di Bali 'merasakan' sakit yang dirasakan Eka.

Tetapi Eko tidak menduga jika sakitnya karena sang saudara juga merasakan kesakitan di Bali.

"Jadi sebelum tahu kalau Eka disiram air panas itu, saya juga kayak orang sakit. Dua hari. Badan nggak enak, kayak panas, terus lesu. Padahal juga sudah buka puasa tetapi badan masih merasa nggak enak, kayak orang sakit gitu. Dua hari merasa begitu, terus mendengar kalau Eka disiram air panas itu," ujar Eko yang ditemui Surya di rumahnya di Kalisat, Jember, Sabtu (18/5/2019).

Eko mengetahui kembarannya terluka dan sakit pada Rabu (15/5/2019) setelah peristiwa itu diketahui media karena dilaporkan ke kepolisian.

Sementara Eka mendapatkan tindak kekerasan sejak 7 Mei malam hingga 8 Mei dini hari. Akibat penyiraman air panas itu, kulit Eka melepuh dan dia sakit.

Rupanya 'sakitnya' Eka nyetrum kepada Eko.

"Memang dari kecil begitu, kalau Eka sakit biasanya saya ikut sakit. Begitu juga kalau saya sakit, Eka ikut sakit. Sering begitu," imbuhnya.

Mendengar saudaranya sakit, Eko panik dan bingung. Dia tidak menduga kembarannya mendapat perlakukan tidak manusiawi tersebut. Di sisi lain, dia juga bingung karena adiknya, Santi Yuni Astuti, disebut ikut menyiram air panas ke Eka. Eko makin sedih setelah sempat membaca beberapa komentar netizen perihal adiknya tersebut.

"Santi pasti dalam tekanan melakukan itu. Dia tidak akan mau melakukan perbuatan itu kalau tidak ada yang menekannya. Santi itu mau berkorban untuk kakaknya (Eka dan Eko)," tegasnya. Eko sedikit lega setelah mendapatkan penjelasan dari pengacara Eka, Supriyono. Santi disuruh oleh majikan Eka untuk menyiramkan air panas ke tubuh sang kakak. Penyiraman air panas pertama kali dilakukan oleh sang majikan, Desak Made Wiratningsih di kamar sang majikan.

Kemudian majikannya menyuruh Santi meneruskan perbuatannya. Satpam rumah itu, Kadek Erik juga terlibat dalam penyiraman itu. Santi menuruti kemauan majikannya karena takut. Santi trauma dengan perbuatan sang majikan yang juga diduga melukai tubuhnya.

Halaman
123
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved