Sabtu, 11 April 2026

Berita Kediri

Manfaatkan Energi Terbarukan, Ada PLTS di Ponpes Wali Barokah Kota Kediri

Instalasi PLTS yang dibangun di Ponpes Wali Barokah berukuran 40 m x 41 m.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/didik mashudi
Panel solar cell yang terpasang di atap bangunan Ponpes Wali Barokah, Kota Kediri, Kamis (16/5/2019). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Ponpes Wali Barokah, Kota Kediri merupakan bentuk pemanfaatan dan penerapan energi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan rencana jangka panjang organisasi.

Ketua DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Prasetyo Sunaryo mengatakan, selama ini pondok pesantren masih tergantung kepada perusahaan listrik negara (PLN) dalam membantu penerangan di lingkungan pondok.

Akibatnya beban biaya yang ditanggung setiap tahun terus meningkat seiring dengan besarnya pemakaian listrik.

"Berkaca dari hal tersebut DPP LDII melakukan terobosan berupa pembangunan PLTS sendiri. Tahap awal dibangun di Ponpes Wali Barokah Kota Kediri," jelas Prasetyo Sunaryo, Kamis (16/5/2019).

Dijelaskan, pendayagunaan EBT komparasinya bukan terhadap harga BBM, tetapi harus terhadap pengandaian apabila terjadi kelangkaan energi BBM.

"Ini yang menjadi pemahaman organisasi yang kita terapkan," tambahnya.

Sedangkan pemilihan PLTS karena khusus energi matahari di Indonesia sebagai negara tropis tidak ada musim salju. Sehingga energi matahari tersedia sepanjang tahun.

Dari perspektif religius, penggunaan energi matahari merupakan manifestasi kesyukuran kepada Allah yang memberikan karunia Indonesia dengan sinar matahari yang tak ternilai harganya.

Sementara KH Sunarto, Pengasuh Ponpes Walibarokah mengungkapkan, pihaknya ingin mensyukuri anugerah Allah berupa sinar matahari, untuk menjadi energi listrik yang menerangi pondoknya.

Sehingga ada penghematan biaya pengelolaan pondok secara signifikan.

“Untuk ke depannya ada pemikiran menjadikan ponpes sebagai wisata religi dan edukasi teknologi PLTS. Sehingga menginspirasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam penerapan Energi Baru Terbarukan,” jelasnya.

Instalasi PLTS yang dibangun di Ponpes Wali Barokah berukuran 40 m x 41 m.

Sementara pakar PLTS Ponpes Wali Barokah, Horisworo, menyebutkan pertimbangan pembangunan PLTS untuk memberikan manfaat yang lama.

Dana yang terkumpul secara gotong royong warga LDII dibelikan panel surya (solar cell) yang premium grade buatan Kanada.

“Harganya, termasuk peralatan penunjangnya mencapai Rp 10,1 miliar. Tapi potensi umat yang besar ini harus diwujudkan dengan membeli yang premium grade," ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved