Selasa, 21 April 2026

Jelang Arus Mudik, Pertamina Siapkan 18 SPBU dan 2 KiosK di 3 Ruas Tol Baru di Jatim

PT Pertaminawilayah Marketing Operation Region (MOR) V Jatim, Bali, Nusra, telah menyiapkan 18 SPBU dan 2 KiosK di 3 jalur tol di wilayahnya.

surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Dirut Pertamina, Nicke Widyawati saat mengisi BBM di tangki mobil pelintas tol di SPBU 575B Ngawi, didampingi, Direktur Pemasaran Pertamina, Mas’ud Khamid, di sela pengecekan kesiapan SPBU bersama Menteri ESDM, Ignatius Jonan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Pertamina (Persero) wilayah Marketing Operation Region (MOR) V Jatim, Bali, Nusra, telah menyiapkan 18 SPBU dan 2 KiosK di 3 jalur tol yang ada di wilayahnya.

Tiga jalur tol itu meliputi tol Surabaya-Solo yang mendapat alokasi 11 unit SPBU dan 1 KiosK, serta tol Surabaya - Probolinggo dan Surabaya-Malang sebanyak 7 SPBU dan 1 KiosK. 

Rustam Aji, Unit Manager Communication & CSR MOR V Jatimbalinus, menyampaikan, pihaknya memprediksikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline (bensin) selama Ramadhan dan Idul Fitri 2019 mengalami kenaikan hingga 12 persen dari rata-rata normal 2019.

"Kami sudah mempersiapkan segala hal terkait pasokan BBM selama masa Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (SATGAS RAFI) 2019. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pertamina sangat siap melayani kebutuhan energi bagi masyarakat pada momentum nasional seperti Ramadhan dan Idul Fitri 2019," kata Rustam, di sela kunjungan Menteri ESDM, Ignatius Jonan di SPBU 575B Ngawi, Sabtu (11/5/2019).

Menurut Rustam, pada masa Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini, khususnya pada masa arus mudik dan balik, pihaknya akan lebih memberi perhatian pada ketersediaan BBM khususnya Gasoline di jalur mudik tol menyusul mulai beroperasinya Tol Trans-Jawa dari Merak, Banten, hingga Pasuruan, Jawa Timur.

Terkait 18 SPBU dan 2 KiosK di tiga jalur tol di wilayah Jatim, SPBU tersebut ada yang berupa SPBU reguler maupun SPBU modular.

“Kami telah memproyeksikan besaran konsumsi BBM pada masa puncak, baik saat arus mudik maupun arus balik,” tambah Rustam.

Konsumsi normal harian BBM jenis Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) di Jatim pada kondisi normal sebesar 12.900 kilo liter (KL). Sedangkan untuk Gasoil (Biosolar, Dexlite serta Pertamina Dex) berada pada kisaran volume 5.900 KL/hari.

Pertamina memprediksi terjadi kenaikan konsumsi di Jatim sebesar 12 persen untuk produk Gasoline, sementara produk Gasoil mengalami penurunan konsumsi sekitar 8 persen.

Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 29 Mei 2019 dan Jumat, 31 Mei 2019, sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada hari Sabtu-Minggu tanggal 8-9 Juni 2019 dan puncak berikutnya di 15-16 Juni 2019.

Sedangkan untuk warga lokal juga dimungkinkan melaksanakan perjalan di H-1 atau 4 Juni 2019. Demikian juga arus wisata diprediksi akan dimulai di H+1 pada Kamis 6 Juni 2019 untuk arus wisata ke Malang maupun ke Banyuwangi hingga Bali.

Sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada hari Sabtu-Minggu tanggal 8-9 Juni 2019 dan puncak berikutnya di 15-16 Juni 2019. Untuk penyaluran Gasoil diperkirakan akan mengalami penurunan terbesar pada H-7 sampai dengan H+7 masa lebaran seiring larangan beroperasi kendaraan berat.

"Kami juga mengoptimalkan stok dan distribusi dari enam terminal BBM yang ada di Jatim. Sebagai antisipasi apabila terjadi kemacetan parah, Pertamina akan menyiagakan mobil tangki di 15 SPBU kantong di Jombang, Probolinggo, Lumajang, Malang, Batu, Ngawi, Pacitan, Nganjuk, dan Jember," ungkap Rustam.

Untuk kelancaran proses distribusi, Pertamina juga berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BPH Migas, Kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas ESDM, dan juga mitra Pertamina seperti Hiswana Migas.

Sementara itu, untuk total tol trans Jawa, Pertamina telah telah menyediakan 112 titik layanan BBM, baik dengan adanya SPBU regular maupun SPBU modular.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved