Minggu, 19 April 2026

Berita Malang Raya

Antisipasi Kebakaran Jelang Musim Kemarau, Ini Saran BPBD Kota Malang

Pihaknya mulai memberikan beberapa imbauan kepada masyarakat agar mulai waspada dan tidak lalai dalam hal apapun.

Penulis: Hayu Yudha Prabowo | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/hayu yudha prabowo
Petugas PMK berusaha memadamkam api yang membakar rumpun bambu dan sampah yang dekat dengan pemukiman di Jalan Vinolia, Kelurahan Jatimulyo, Kota Malang, beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | MALANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mulai mengantisipasi tingkat kebakaran jelang musim kemarau di Kota Malang.

Dalam antisipasi ini, BPBD Kota Malang bekerjasama dengan BMKG Karangploso Kabupaten Malang.

Indra Gita, Kepala Seksi Pencegahan BPBD Kota Malang mengatakan, dari analisis dan hasil pantauan cuaca dari BMKG, musim kemarau diprediksi akan tiba pada Mei 2019.

Untuk itu, pihaknya mulai memberikan beberapa imbauan kepada masyarakat agar mulai waspada dan tidak lalai dalam hal apapun.

"Sebentar lagi musim kemarau akan tiba, kami mengimbau warga Malang harus berhati-hati dan waspada. Lalai sedikit saja, kebakaran akan menghilangkan semua apa yang kita miliki,” ucapnya.

Dijelaskan Indra, pencegahan kebakaran dapat dilakukan dalam beberapa hal.

Di antaranya ialah dengan melakukan pengecekan jalur instalasi listrik dan tidak melakukan pembakaran sampah.

Kemudian berhati-hati ketika menaruh nyala lilin, tidak meninggalkan masakan ketika memasak dan pastikan puntung rokok mati sebelum dibuang.

"Kami berharap, potensi kebakaran bisa ditekan serendah mungkin agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Dari data yang dicatat oleh BPBD Kota Malang tentang kasus kebakaran selama musim kemarau, pada tahun 2017 terdapat 34 kasus kebakaran dengan kerugian mencapai Rp 2,8 Miliar.

Kemudian ada peningkatan pada tahun 2018 mencapai 68 kasus dengan kerugian mencapai Rp 2,4 Miliar.

Sementara di tahun 2019 hingga kini ada 12 kasus kebakaran dengan kerugian lebih dari Rp 6 Miliar

“Kebanyakan kasus kebakaran disebabkan oleh faktor korsleting listrik sebesar 44,7 persen. Sedangkan sisanya akibat kelalaian manusia,” ujarnya.

Indra mengatakan, meski Kota Malang tak memiliki lahan berupa hutan ataupun ladang, ancaman kebakaran bisa mengintai tanah kosong, barongan dan permukiman warga.

Pembakaran sampah hingga buang puntung rokok sembarangan menjadi penyebab kebakaran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved