Berita Surabaya

Anggotanya Tertangkap Dengan Uang Rp 250 Juta, Gerindra Bantah Ada Money Politic

DPD Gerindra Jatim membantah bahwa uang Rp 250 juta yang diamankan polisi dari seorang anggota Gerindra akan dipakai untuk serangan fajar.

Anggotanya Tertangkap Dengan Uang Rp 250 Juta, Gerindra Bantah Ada Money Politic
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jatim, Anwar Sadad 

"Kalau honor yang kami kasih cuma Rp100.000 itu kan sebenarnya sudah mencapai angka 13 miliar. Kenapa enggak 13 miliar aja yang disita itu? Analisasinya ya semacam itu," jelasnya.

Ia menyebut, insiden tersebut hanya mencari sensasi belaka.

"Money politic itu tidak adalah itu cuma cari cari perkara aja," tandasnya.

Anwar Sadad juga berharap kepolisian berhati-hati saat penangkapan atas dugaan kasus kejahatan.

"Harapan saya ya harus berhati-hati dan lebih cermat dan teliti dalam lakukan pengintaian," lanjutnya.

Anwar menambahkan, saat insiden terjadi di Kantor DPD Partai Gerindra Jatim memang tengah mengumpulkan ratusan massa saksi yang akan di kirim ke beberapa TPS se-Jatim.

Forum 'Rapat Koordinasi Saksi' itu dimulai sejak 13.00 WIB hingga malam malam hari.

"Kita itu seharian rapat di Di kantor DPD Gerindra, Jalan Gayungan, kami melakukan rapat koordinasi saksi," tandasnya.

Sekadar diketahui, Polda Jatim meringkus beberapa orang yang diduga melakukan praktek money politic, pukul 05.30 WIB di Jalan Gayungan, Selasa (16/4/2019).

Dari tangan terduga, petugas memperoleh barang bukti uang sejumlah Rp 250 Juta.

Halaman
123
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved