Berita Surabaya
Disabilitas Juga Perlu Dipersiapkan Untuk Hadapi Era Industri 4.0
Yang disebut SDM ini adalah semua orang, tanpa menyandang kondisi tubuhnya. Maka, para disabilitas pun perlu disiapkan menyambut era industri 4.0.
Penulis: Delya Octovie | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan demi menghadapi industri 4.0, utamanya kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM).
Tentu saja, yang disebut SDM ini adalah semua orang, tanpa menyandang kondisi tubuhnya. Maka, para disabilitas pun perlu disiapkan.
Karenanya, Asosiasi Masyarakat Peduli Warga Negara Berkebutuhan Khusus (AMALI WNBK) menggandeng komunitas, sekolah hingga pemerintah kota untuk menggelar lomba mewarnai dan pertunjukan seni untuk siswa-sisiwi inklusi, sekaligus berdiskusi soal kiat-kiat bagi para WNBK untuk menyongsong industri 4.0.
Andi Fuad Rachmadi, Kepala Pusdiklata WNBK, mengatakan pihaknya tidak ingin WNBK hanya diam dan menunggu uluran tangan pemerintah selama hidupnya.
"Kami menggelar acara ini untuk memperingati Hari Kesadaran Autisme sedunia, dengan tema semangat revolusi mental. Kami ingin mewujudkan WNBK yang mandiri, dan diramaikan dengan lomba untuk siswa hingga dewasa. Kami campur normal dan disabilitas," tuturnya ketika ditemui di lokasi acara bertajuk 'Semangat Revolusi Mental menuju WNBK Indonesia Mandiri di Era Industri 4.0' di Grand City Mall Surabaya, Kamis (11/4/2019).
Andi mengatakan, ia sengaja membuat lomba inklusi, supaya masyarakat normal dan disabilitas bisa membaur, sehingga tak ada sekat antara mereka.
Apalagi, WNBK dipersiapkan untuk masuk ke dunia kerja dan usaha yang mengharuskan mereka berinteraksi dengan masyarakat normal maupun disabilitas.
"Kami mempersiapkan dari misalnya, WNBK itu hatinya sensitif. Kami melatih agar mereka bisa meminimalisir itu. Yang kami harapkan, yang disabilitas itu tidak diam saja menunggu bantuan pemerintah. Kami ingin tanpa pemerintah, WNBK harus maju sendiri, jangan jadi pihak yang dikasihani terus," paparnya.
WNBK asuhannya pun sudah beberapa memasuki dunia kerja, satu di antaranya berkolaborasi dengan Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya.
Andi menyebut, RSI merupakan rumah sakit pertama yang mau memperkerjakan WNBK.
Beberapa anggotanya sudah bekerja sebagai admin BPJS, koki, desainer grafis, hingga di bagian Sumber Daya Manusia (SDM).
"Ini kaitannya dengan industri 4.0, mereka bisa bekerja kantoran, bukan sebagai cleaning service, misalnya. Nah, agar bisa bekerja, kami memberikan skill lewat pelatihan-pelatihan seperti kuliah pada umumnya, yakni kewirausahaan, etika, komputer dan komunikasi," jelasnya.
Satu di antara kampus yang sudah memperkerjakan dan khusus mendidik WNBK adalah Cordelia Surabaya.
Menurut Amalia Harumningtyas, Ketua Yayasan Pendidikan Rumah Kartika, AMALI WNBK sudah banyak membantu tenaga pekerja di Cordelia.
Cordelia sendiri mendidik WNBK untuk siap kerja kantoran maupun wirausaha.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/lomba-inklusi.jpg)