Selasa, 19 Mei 2026

Sosok

Potret Fabienne Nicole Groeneveld, Kampanyekan Stop Perdagangan Daging Anjing dan Kucing

Miss Global Indonesia 2018, Fabienne Nicole Groeneveld, mengaku tak pernah lepas dari anjing peliharaannya sepanjang hidupnya

Tayang:
Penulis: Delya Octovie | Editor: irwan sy
istimewa
Potret Fabienne Nicole Groeneveld 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemegang gelar Miss Global Indonesia 2018 satu ini mengaku tak pernah lepas dari anjing peliharaannya sepanjang hidupnya. Karenanya, Fabienne Nicole Groeneveld (19), menolak keras perdagangan daging anjing dan kucing di Indonesia lewat kampanye Dog Meat Free Indonesia (DMFI).

Memanfaatkan titel yang ia pegang, mahasiswi jurusan Entrepreneur di Wittenborg University, Belanda, itu ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk menghentikan perdagangan daging anjing dan kucing.

"Ini gerakan yang saya ikuti untuk meningkatkan awareness kepada masyarakat Indonesia. Saya juga merasa sangat bersyukur mempunyai platform seperti Miss Global Indonesia, dengan demikian saya ingin menggunakan platform tersebut untuk membantu stop perdagangan daging anjing dan kucing," tutur Fabienne, Jumat (5/4/2019).

Sebelum mengikuti kampanye ini, Fabienne sudah pernah membuat kampanye kecil untuk sebuah tempat perlindungan hewan di Surabaya.

Lewat kampanye tersebut, lulusan SMA Ciputra Surabaya ini kenal dengan anggota DMFI, sehingga ketika ada gerakan DMFI ia sangat bersemangat.

"Tujuan DMFI adalah untuk stop perdagangan daging anjing dan kucing. Tidak hanya karena cara perdagangan mereka tidak manusiawi, juga konsumsi anjing dan kucing dapat menimbulkan health hazard. Kemudian, adanya perdagangan anjing dan kucing di Indonesia membuat negara-negara lain memandang jelek kita, walau sebenarnya kita mempunyai budaya dan alam yang sangat unik dan indah," paparnya.

Penggemar aktor Johnny Depp itu mengatakan, tercatat konsumen daging anjing di Indonesia memang hanya 7 persen.

Namun, 93 persen sisanya terdampak dari sisi wisata, yakni dengan kemungkinan adanya travel warning.

"Yang banyak orang memilih untuk mengabaikan dan tidak mau melihat, adalah cara perdagangan anjing dan kucing yang sangat kejam dan tidak manusiawi, dikarenakan 'kepercayaan' mereka," ujarnya.

Kampanye DMFI digagas oleh lima organisasi nonprofit, yaitu Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Change for Animal Foundation (CFAF), Animal Friends Jogja (AFJ), Humane Society International (HIS), dan Four Paws.

Kampanye ini bertujuan menjamin kesejahteraan binatang, dalam hal ini anjing, dan melindungi kesehatan masyarakat dari bahaya rabies yang mungkin tersebar dari konsumsi daging anjing.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved