Berita Madiun
Purtini : Jalani Profesi Bidan dengan Ikhlas seperti Ibadah
Ibu tiga anak ini, sudah lebih dari 40 tahun mengabdikan dirinya untuk membantu orang lain, dengan menjadi bidan.
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Titis Jati Permata
Tak jarang, pintu rumahnya diketuk pada pagi dini hari, untuk membantu persalinan.
"Malam-malam diketuk, ada pasien mau melahirkan. Kalau dulu saya sendirian, hanya ada pembantu rumah tangga satu. Tapi kalau sekarang sudah ada empat karyawan," ujarnya.
Baginya, ia menganggap pekerjaanya adalah sebuah ibadah, sehingga ia selalu ikhlas menjalaninya.
Sudah tak terhitung, berapa wanita dan bayi yang ia bantu saat melahirkan.
Profesi bidan, kata Purtini sangat diperlukan untuk masyarakat, terutama bagi wanita.
Sebab, wanita sangat membutuhkan bidan, dimulai saat remaja, yakni penyuluhan kesehatan reproduksi remaja, setelah menikah mereka juga akan berkonsultasi dengan bidan, begitu juga ketika hamil, melahirkan, bahkan memasang KB juga ke bidan, hingga ketika wanita menopause membutuhkan bantuan bidan.
"Senangnya ya, ketemu banyak pasien, punya banyak kenalan dan teman. Bahkan banyak yang dulu waktu masih bayi dilahirkan saya yang membantu persalinan, sekarang dia juga melahirkan di sini," kata Purtini.
Sebagai bidan, ia tidak hanya memastikan agar bayi lahir dengan selamat, namun juga memastikan bayi tersebut lahir dengan sehat.
Oleh sebab itu, selama konsultasi hamil, ia selalu memberikan pengetahuan kepada para pasiennya, bagaimana cara merawat bayi selama di dalam kandungan.
"Di sini juga ada senam hamil, kelas ibu hamil, setiap Jumat. Mereka juga diajari cara memandikan bayi, meminumkan bayi, bagaimana cara merawat payudara, kami juga menyarankan KB setelah persalinan," katanya.
Dia menambahkan, di tempat praktiknya, juga melayani pasien imunisasi sekaligus sebagai posyandu.
Apabila ada balita dengan gizi buruk, akan diberikan penyuluhan, dan mengarahkan agar dibawa ke puskesmas.
"Kami juga melayani pasien imunisasi, kami juga menimbang. Misalnya ada balita dengan gizi buruk, tumbuh kembangnya bagaimana, dilihat di buku Kesehatan Ibu Anak, kalau grafiknya turun, kami melakukan penyuluhan, pemberian makanan tambahan, kami anjurkan ke puskesmas. Karena di puskemas ada pemberian makanan tambahan. Jika tidak ada perkembangan, dirujuk ke rumah sakit," katanya.
Kepada para wanita, ia berpesan agar mempersiapkan kehamilan.
Tidak hanya persiapan bagi diri sendiri, namun juga persiapan bagi gizi anak di kandungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ibu-tiga-anak-ini-sudah-lebih-dari-40-tahun-mengabdikan-dirinya.jpg)