Jumat, 10 April 2026

Berita Sidoarjo

Info BMKG, Waspadai Ini Jelang Peralihan Musim Hujan ke Kemarau

Info BMKG, Waspadai Ini Jelang Peralihan Musim Hujan ke Kemarau. Musim kemarau d Jatim diprediksi mulai apda akhir April 2019.

Editor: Fatkhul Alami
Hakim Baihaqi/tribun jabar
Info BMKG, Waspadai Ini Jelang Peralihan Musim Hujan ke Kemarau 

SURYA.co.id |SIDOARJO - BMKG Juanda memprediksi awal musim kemarau di Jawa Timur jatuh pada akhir April 2019 mendatang.

"Berdasarkan draft perkiraan awal musim kemarau, untuk wilayah Jawa Timur dominan terjadi di dasarian tiga atau akhir April. Hingga bulan Mei dasarian pertama atau tepatnya awal bulan Mei," ujar prakirawan BMKG Juanda, Shanas Prayuda, Senin (11/3/2019).

Ia mengatakan, nantinya di awal  musim kemarau masih dijumpai hujan. Namun sebarannya tidak merata, hanya di beberapa wilayah Jawa Timur.

"Dari draft awal tersebut, juga terlihat mulai bulan Maret 2019 ini curah hujan sudah mengalami penurunan. Dimana sudah tak seintens di bulan Januari dan Februari," sambungnya.

Penurunan curah hujan tersebut  terus berlanjut hingga memasuki bulan April 2019.

"Bulan April, untuk wilayah Sidoarjo diperkirakan memiliki curah hujan sebesar 151 - 300 mm. Untuk Gresik, Mojokerto, dan Malang diperkirakan lebih kering yaitu curah hujannya berkisar 101 - 300 mm, Pasuruan dan Kediri sebesar 101 - 400 mm, dan Lumajang sebesar 151 - 400 mm," jelasnya.

Sedangkan untuk bulan Mei, sebagian wilayah Jawa Timur sudah memasuki musim kemarau. Yang mana curah hujan mengalami penurunan signifikan dibanding saat musim penghujan.

"Wilayah Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Kediri diperkirakan memiliki curah hujan bulanan berkisar 51 - 150 mm, Malang memiliki curah hujan 21 - 200 mm, dan Pasuruan mempunyai curah hujan sebesar 51 - 300 mm. Oleh karenanya bisa dibilang bulan Mei wilayah Jawa Timur sudah masuk musim kemarau," terangnya.

Namun meski begitu ia memperingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada.

Mengingat saat masa peralihan musim yang terjadi pada bulan April tersebut biasa terjadi cuaca ekstrim. Yaitu hujan lebat yang sporadis disusul dengan angin kencang.

"Oleh karenanya selalu update informasi cuaca. Selalu berhati hati ketika berkendara ketika hujan lebat dan hindari pohon serta papan reklame yang rawan rubuh," pungkasnya. (Kukuh Kurniawan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved