Selasa, 14 April 2026

Sambang Kampung Gayung Kebonsari

Kebun Sayur Surabaya Kembangkan Kemitraan dengan Warga Kampung

Kebun sayur di lingkungan RT 02, RW 5 Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan telah lama dikenal sebagai salah satu produsen sayuran hidroponik.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
surya.co.id|ahmad zaimul haq
KEBUN SAYUR - Kebun sayur di kawasan Gayung Kebonsari selain memberi edukasi kepada masyarakat juga mengembangkan kemitraan dengan warga kampung. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kebun sayur di lingkungan RT 02, RW 5 Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan telah lama dikenal sebagai salah satu produsen sayuran hidroponik di Surabaya. Keberadaannya sebagai pemasok sayuran di hotel, restoran hingga supermarket serta penjual sayur eceran membuat Kebun Sayur Surabaya cukup dikenal.

Apalagi Kebun Sayur Surabaya di Gayung Kebonsari XI/15, Ketintang ini kerap menjadi tujuan warga yang ingin mempelajari teknik hidroponik.

Namun, tak hanya mengelola usaha secara mandiri, Venta Agustri, owner Kebun Sayur Surabaya juga memberdayakan masyarakat sekitarnya dengan menjalin mitra.

"Kadang kami minta bantuan warga kampung untuk membantu packing di waktu mereka yang luang. Salah satu warga juga sudah bangun kebun mini di lahan kosong milik mereka dan kadang memang setor ke kami kalau pas panen raya,"urainya.

Upaya melibatkan warga sekitar juga dilakukan Kebun Sayur Surabaya dengan menerima supply minuman dalam kemasan seperti sinom dan beras kencur untuk tamu dari ibu PKK di RT 02, RW 5 Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan.

"Kalau pas lagi ada kunjungan atau pelatihan, juga sering kami pesan kue dan coffee break dari warga,"lanjutnya.

Upaya bersinergi dengan masyarakat ini dikatakan Mehdy Riza dilakukan karena eksistensi Kebun Sayur Surabaya semakin tinggi. Banyak kunnungan dan pesanan sayuran yang tidak bisa dicukupi oleh Kebun Sayur Surabaya.

"Dari 2016 hingga saat ini permintaan meningkat, sejak 2014 kami masih babat alas untuk hidroponik. Kalau saat ini banyak yang paham hidroponik. Apalagi Selada banyak juga yang beli karena banyak yang sudah mulai beli untuk salad,"paparnya.

Hal ini terlihat juga dari pesanan yang tiap bulannya mencapai empat ton. Sehingga bermitra menjadi warga menjadi alternatif terbaik.

"Kami terima selama kami memang ada pesanan, nanti kami kasih feed back juga kondisi sayuran warga itu seperti apa. Jadi bisa memasok sayur kualitas terbaik,"lanjutnya.

Sementara pasokan produk setengah jadi maupun produk jadi dari warga selalu diterima asalkan sama-sama mengedepankan produk sehat.

Siti Siswati (62) warga kampung mengungkapkan rutin memasok minuman herbal ke Kebun Sayur Surabaya. Baginya keberadaan Kebun Sayur Surabaya telah menginspirasi warga untuk memulai hidroponik di area rumahnya.

"Saya juga bisa nambah penghasilan dengan sering menyetok minuman sinom kadang juga sirup jahe ke kebun,"pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved