Sosok
Potret Arifatul Aininta Mardjoni, Jual Lukisan Sampai Singapura
Secara otodidak, Arifatul Aininta Mardjoni ini mampu membuat lukisan spray paint
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | SURABAYA - Berbagai teknik melukis memiliki daya tarik tersendiri. Bagi Arifatul Aininta Mardjoni (22) mahasiswi Universitas Narotama lukisan spray paint memiliki kekhasan yang unik.
Ia pun mulai melukis dengan spray paint sejak lulus SMA. Secara otodidak, gadis yang akrab disapa Nita ini mampu membuat lukisan spray paint yang tak kalah bagus dari karya-karya pelukis spray paint.
“Awalnya memang sulit karena belajar sendiri. Tapi karena memang suka dan tertarik dengan metode spray paint ini, jadinya dicoba terus sampai bisa. Alat-alatnya pun beli sendiri karena sangat ingin bisa menguasai,” kata mahasiswi jurusan Ilmu Hukum tersebut.
Nita mengaku sering melukis dengan spray paint ketika berada di rumahnya di Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah. Sebab, membuat lukisan spray paint membutuhkan lokasi yang luas saat menyemprotkannya pada media lukis.
“Sulit untuk bikin ketika ada di Surabaya karena saya di sini kan ngekos, tempatnya tidak luas,” urainya.
Lukisan spray paint itu kemudian ia pajang di media sosialnya dan mendapatkan cukup banyak apresiasi.
Ia pun mulai mencoba menjual lukisannya ke teman-temannya, salah satunya pada temannya yang berada di Batam.
“Sebenarnya waktu itu niatnya nitip teman agar dijualkan, ternyata di Batam tidak laku. Saat teman saya itu sedang ke Singapura, lukisan-lukisan itu malah laku banyak. Ada sekitar 15 lukisan spray paint saya yang terjual,” kenang gadis kelahiran 5 Mei 1997 itu.
Kedua orangtua Nita juga mendukung hobinya meskipun berbeda dengan bidang ilmu yang ia pelajari di kampus, yakni Ilmu Hukum.
“Di kantor ayah juga ada lukisan spray paint saya dipajang di dinding. Itu bentuk dukungan mereka,” katanya.
Saat ini, Nita juga mengembangkan kegemaran melukisnya menggunakan cat air.
Lukisan Nita memiliki kekhasan pada gambar portrait dengan ornamen bunga.
Ia sudah banyak menerima pesanan dari teman-teman dan orang lain.
“Terakhir dapat pesanan dari Papua. Sempat ragu karena jauh tapi untungnya bisa selesai dan sampai di lokasi tepat waktu,” katanya.
Nita juga aktif mengikuti komunitas lukis di Surabaya agar bisa terus mengasah kreativitasnya dengan berbagai media lukis dan berbagai genre.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/arifatul-aininta-mardjoni-lukisan.jpg)