Berita Lumajang

Polisi Tangkap Pak RW yang Membacok Tetangga Karena Portal

Polisi menangkap pria yang membacok tetangganya karena urusan portal. Pelakunya adalah salah satu ketua RW.

Polisi Tangkap Pak RW yang Membacok Tetangga Karena Portal
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
polisi olah TKP di lokasi pembacokan lumajang 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Tim Cobra Polres Lumajang menangkap Miskal (53), warga Dusun Kajar Kuning Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro yang diduga kuat membacok Matsun Hadi (51), tetangganya.

Polisi menangkap Miskal kurang dari 12 jam setelah pembacokan yang terjadi di Jalan Dusun Kajar Kuning, Selasa (5/2/2019) siang.

Dari keterangan jajaran Polres Lumajang melalui siaran persnya, Miskal merupakan salah seorang Ketua RW di Desa Sumberwuluh.

Paska pembacokan terhadap Matsun, Miskal melarikan diri. Polisi menangkap Miskal di rumah seseorang di Kelurahan Ditotrunan, Kota Lumajang. Pemilik rumah itu disebut bos tambang pasir di kawasan sekitar Kajar Kuning.

Polisi juga menemukan celurit yang dipakai untuk membacok Matsun.

Kasatreksrim Polres Lumajang, AKP Hasran menegaskan, paska pembacokan itu, Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban menginstruksi untuk segera mengusut tuntas persoalan yang diduga kuat terkait pertambangan pasir itu.

“Intruksi Kapolres untuk segera menangkap pelakunya, kami jawab dengan menangkap Miskal hanya dalam tempo 12 jam. Senjata clurit yang digunakan juga sudah kami sita sebagai barang bukti yang akan kami bawa nanti saat persidangan,” kata Hasran, Rabu (6/2/2019).

Menolak Portal Dibuka, Warga di Lumajang Dibacok

Hasran menuturkan kronologi pembacokan itu. Menurutnya, peristiwa tersebut bermula dari niat awal Matsun membuka protal di Jalan Dusun Kajar Kuning supaya bisa dilewati armada pengangkut pasir. Hal itu disampaikan kepada bos tambang pasir yang menambang di sekitar Kajar Kuning.

Matsun bersedia membantu membuka portal karena malam harinya ada kesepakatan warga dengan pengusaha tambang pasir untuk membayar kompensasi kepada warga setempat. Kompensasinya berupa pembayaran Rp 10.000 / rit, yang akan dikirimkan ke rekening masing-masing warga.

"Lalu korban ini (Matsun Hadi) bercerita kepada bos tambang di TKP (tempat kejadian perkara), kalau dia dituduh sebagai provokator yang menutup jalan Kajar Kuning supaya tidak bisa dilewati armada pengangkut pasir. Orang yang menuduhnya adalah pelaku (Miskal). Pelaku (Miskal) tersinggung dan langsung membacok korban (Matsun Hadi) memakai celurit yang masih terbungkus koran," tutur Hasran.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved