Rabu, 22 April 2026

Berita Surabaya

Dindik Jatim Gunakan Satelit di Daerah Kepulauan untuk UNBK 2019

Dindik Jatim Gunakan Satelit di Daerah Kepulauan untuk UNBK 2019. Didik Jatim terus mempersiapkannya

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Fatkhul Alami
surabaya.tribunnews.com/sylvianita widyawati
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Saiful Rachman. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Persiapan penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional - Berbasis Komputer dan Smartphone (USBN - BKS) mencapai 90 persen.

Baik mulai pembekalan proktor, kelengkapan fasilitas dan pematangan siswa dalam menghadapi ujian nasional tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Saiful Rachman mengungkapkan perhatian pihaknya tahun ini adalah pelaksanaan ujian secara online di daerah Kepulauan.

Dikatakan Saiful, penyelenggaraan UNBK dan USBN-BKS secara online akan menggunakan satelit dari Telkom untuk menjangkau jaringan sinyal wifi pada waktu pelaksanaan UNBK.

”UNBK kami usahakan seratus persen. USBN-BKS maupun USBN dengan Aplikasi soal ini akan diterapkan di seluruh lembaga di Jatim,” tegasnya pada SURYA.co.id, Rabu (6/2/2019).

Sebab, SMA/SMK telah menyiapkan sarana prasarana pelaksanaan ujian berbasis online. Ia menilai jika siswa justru termotivasi dengan penggunaan teknologi.

”Meskipun begitu kami tidak boleh lengah. Karena sektor UNBK menjadi sektor provinsi baik jenjang SD, SMP/MTS, SMA/MA, SMK jangan sampai kecolongan seperti tahun lalu yang terjadi di Surabaya seperti pembobolan soal,” urainya.

Namun, Saiful tak memungkiri keinginan untuk menyelenggarakan UNBK dan USBN-BKS 100 persen online belum bisa terealisasi tahun ini.

Pasalnya, masih banyak sekolah di daerah Kepualauan yang terkendala masalah sinyal pemancar wifi atau jaringan satelit Telkom. Salah satunya terjadi di daerah Madura.

Menurut penuturan Kepala Cabang Dindik Jatim wilayah Sumenep, Sugiono Eksantoso, Kepulauan Masalembu menjadi satu-satunya daerah yang belum bisa melaksanakan UNBK dan USBN-BKS secara online sejak dua tahun terakhir.

"Kondisi kepulauannya berbeda dengan daerah Sapeken, Pagerungan, Kangean, dan Arjasa yang telah siap menyelenggarakan UNBK dan USBN-BKS secara online,"urainya.

Persoalan itu terjadi karena tidak adanya jaringan satelit untuk menangkap sinyal internet di daerah Masalembu. Oleh sebab itu, selama ini pihaknya masih menggunakan ujian offline dengan menggunakan komputer di daerah tersebut.

”Ada empat sekolah di Masalembu yang kami target harus online tahun ini. yaitu SMAN 1 Masalembu Masalembu, dua SMA swasta, dan SMK swasta. 300 siswa. keempat sekolah ini sulit sekali untuk mengadakan ujian online selama dua tahun terkahir ini,”paparnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved