Berita Entertainment

Ashanty Tak Berhenti Balas Serangan Jerinx SID yang Sudutkan Suaminya, Ungkit Bantuan untuk SID Dulu

Ashanty Tak Berhenti Balas Serangan Jerinx SID yang Sudutkan Suaminya, Ungkit Bantuan untuk SID Dulu

Ashanty Tak Berhenti Balas Serangan Jerinx SID yang Sudutkan Suaminya, Ungkit Bantuan untuk SID Dulu
instagram
Ashanty Tak Berhenti Balas Serangan Jerinx SID yang Sudutkan Suaminya, Ungkit Bantuan untuk SID Dulu 

Anang Hermansyah Sudah Ajak Jerinx SID untuk Berdialog

Ashanty mengatakan bahwa suaminya, anggota DPR RI Anang Hermansyah sudah mengajak Jerinx SID untuk berdialog tentang Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikan.

Ashanty mempertegas kalau Anang Hermansyah tak berniat untuk menantang Jerinx SID, cuma ingin ketemu dan berdialog

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel Ashanty Sebut Anang Hermansyah Sudah Ajak Jerinx SID Berdialog'

"Mas Anang sudah ajak dari hari pertama kemarin, dia udah bilang ya udah ngomong ke manajernya (Jerinx) aja ayo. Mas Anang enggak nantang, dia mau ketemu dan dialog aja ayo," kata Ashanty.

Ashanty menuturkan, Anang Hermansyah menolak berdebat di media karena ingin bertemu langsung dengan Jerinx.

"Buat apa koar-koar di media, nah dia ngajaknya di radio, ngapain debat di publik? Bukan debat, kita berdialog lah, ayo ketemu biar paham karena Mas (Jerinx)-nya enggak pernah ikut perkumpulan," ucapnya.

Menurut Ashanty, suaminya telah mengkritik beberapa hal dalam RUU Permusikan.

"Karena puluhan musisi loh selalu ke DPR buat berdialog Mas Anang salah satu juga orang yang mengkritisi beberapa pasal di dalamnya," tutur Ashanty.

"DPR tuh orangnya welcome banget, ayo kita gojlok lagi mereka kan legislatif, bukan musisi, bagi mereka itu wajar bagi kita yang musisi wah enggak boleh gini dong. Makanya itu lah gunanya dialog atau bertemu," imbuhnya.

Ashanty juga sempat membagikan isi percakapannya dengan Jerinx SID untuk mengajaknya bertemu langsung dengan Anang Hermansyah

Permintaannya ini dimaksudkan agar masalah segera selesai dan tidak melebar kemana-mana.

Hal ini diketahui dari unggahan cerita Instagram Ashanty.

Ia mengunggah tangkapan layar direct message Jerinx kepadanya.

Di awal percakapan, Jerinx terlihat meminta nomor telpon Anang, namun Ashanty secara blak-blakan langsung mengajak Jerinx untuk bertemu.

Hasil tangkap layar Instagram Story Ashanty
Hasil tangkap layar Instagram Story Ashanty ()

Veronica Tan Kini Justru Dirindukan Saat Ahok BTP Mau Menikahi Puput Nastiti Devi Mantan Ajudan

Baim Wong dan Paula Verhoeven Ditolak Masuk Stasiun TV, Bapak Gak Kenal Siapa Saya?, Katanya

Jawaban Arsy Hermansyah Saat Ditanyai Cita-cita oleh Ria Ricis Bikin Adem, Pake Jilbab Biar Cantik

Jawaban Anang Hermansyah

Sempat disebut musisi palsu dan menjijikkan oleh Jerinx personil Superman is Dead (SID), Anang Hermansyah akhirnya menjawab polemik Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikan.

Seperti diketahui, sejumlah pasal di RUU Permusikan mendapat reaksi keras dari sejumlah penyanyi dan pencipta lagi, termasuk Jerinx SID.

Jerinx SID bahkan menyebut Anang Hermansyah jiwanya politisi tetapi mencari makan di musik.

Di bagian lain, sejumlah musisi menilai bahwa pasal 5, pasal 32, dan pasal 50 dalam RUU Permusikan yang digulirkan oleh Komisi X DPR RI ini tidak sejalan dengan usaha mendukung produktivitas musisi dalam berkarya.

Enggan berpolemik dengan rekan-rekannya, Anang justru memahami kegelisahan teman-teman musisinya terhadap pasal-pasal tersebut.

"Saya bisa memahami kegelisahan teman-teman terkait dengan pasal 5 RUU Permusikan ini, itu bisa didiskusikan dengan kepala dingin," kata Anang melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (1/2/2019).

Sebagai informasi, pasal 5 dalam RUU Permusikan berisi tentang beberapa larangan bagi para musisi: dari mulai membawa budaya barat yang negatif, merendahkan harkat martabat, menistakan agama, membuat konten pornografi, hingga membuat musik provokatif.

Dalam pembuatan sebuah UU yang baik, kata Anang, harus berlandaskan pada tiga landasan, yakni filosofis, yuridis, dan sosiologis.

Menurut Anang, isu kebebasan berekspresi yang disandingkan dengan norma dalam pasal 5 harus dikembalikan pada ketentuan tentang HAM sebagaimana diatur dalam UUD 1945.

"Isu kebebasan berekspresi dan berpendapat, pada akhirnya dihadapkan padal Pasal 28J ayat (2) UUD 1945 bahwa kebebasan itu dibatasi dengan UU yang mempertimbangkan nilai moral, agama, keamanan dan ketertiban umum dalam bingkai negara demokrasi," ujar Anang.

Ayah empat anak itu juga menjelaskan maksud dari pasal 32 dalam RUU Permusikan yang mengatur mekanisme uji kompetensi terhadap profesi musisi.

"Belum lagi syarat sertifikasi yang harus dimiliki jika musisi hendak tampil di pentas internasional. Tapi, apa pun masukan dari stakeholder sangat berarti dalam proses pembahasan RUU ini," kata dia.

Ia menuturkan persoalan sertifikasi telah menjadi kebutuhan merujuk keberadaan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang merupakan hasil ratifkasi dari Regional Model Competency Standard (RMCS) dari International Labour Organization, Organisasi Buruh Internasional di bawah PBB.

"Memang tampak absurd mengukur karya seniman dan musisi melalui uji kompetensi dan sertifikasi. Namun, globalisasi dan perdagangan bebas menuntut situasi seperti ini. Tapi semua harus kita diskusikan lebih detail kembali," kata Anang.

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved