Selasa, 14 April 2026

Banjir di Surabaya

Penyebab Banjir di Surabaya Barat Menurut Pengamat Hidrologi ITS

Apa penyebab banjir di Surabaya Barat yang kemarin (31/1/2019) merendam kawasan elit? Ini kata pakarnya dari ITS.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Eben Haezer Panca
ist
Sebuah mobil terjebak banjir di Surabaya Barat, kamis (31/1/2019) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hujan yang mengguyur Surabaya, Kamis (31/1/2019) petang, menyebabkan sebagian kawasan di Surabaya Barat terendam banjir. Bahkan, beberapa titik yang dikenal sebagai kawasan perumahan elit pun tak luput dari banjir tersebut. Di media sosial, banyak tersebar foto-foto yang menampilkan saat-saat banjir hampir menenggelamkan mobil di kawasan tersebut. 

Ahli Hidrologi dan Drainase ITS Hafiizh Imaaduddiin menuturkan, banjir ini adalah ironi mengingat bahwa Surabaya sebenarnya memiliki Surabaya Drainase Masterplan (SDMP) yang berklanjutan. 

"Semula ada SDMP 2000-2018 yang sudah berjalan dan sekarang SDMP 2018-2032 dalam tahap penyelesaian," kata Hafizh, Jumat (1/2/2019). 

Hafiizh mengatakan bahwa Kota Surabaya sebenarnya telah merencanakan sistem drainase dengan baik. Apalagi Surabaya dikenal dengan proyek box culvert yang menutup drainase. Sistem yang berjalan ini hanya perlu monitoring untuk memastikan agar pelaksanaan di lapangan sudah sesuai dengan perencanaan SDMP.

Terkait penyebab banjir di Surabaya Barat ini, Hafizh menduga bahwa itu disebabkan karena tipologi kawasan Surabaya Barat yang memiliki tipologi lembah sehingga dapat dikatakan sebagai daerah resapan.  

"Surabaya Barat tipografinya memang lembah. Berubahnya kawasan (menjadi kawasan hunian) seharusnya tetap memperhatikan sistem drainase sehingga debit air terjaga," tandas Dosen Teknik Sipil ITS itu.

Banjir di Surabaya Barat, Banyak Mobil Penghuni Perumahan Elit Tenggelam

Kondisi Terkini Perumahan Elit Citraland di Surabaya Barat Pasca Diterjang Banjir Semalam

Banjir Surabaya Barat selain Rendam Perumahan Elite, Seorang Anak Dikabarkan Tenggelam

Dia melanjutkan, beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait banjir adalah, pertama, apakah fasilitas drainase kawasan yang ada sudah sesuai. Kedua, perlu memperhatikan periode intensitas hujan. 

"Keduanya harus terkait. Jika keduanya sudah seusai, ada faktor lainnya yang bisa berpengaruh yaitu pasang dari laut," lanjutnya. 

Untuk mengatasi persoalan banjir ini, Hafizh menekankan perlunya ada kerjasama semua pihak, baik pemerintah, pengembang perumahan, dan masyarakat, dalam mengelola sistem drainase di sana. 

"Drainase ini harus diselesaikan bersama karena saling berkaitan. jadi koordinasi banyak pihak sangat dibutuhkan saat ini. baik stakeholder, pengembang, masyarakat," usulnya.  

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved