Rabu, 29 April 2026

Berita Surabaya

Jika Hi-Tech Mall Pindah, Pengusaha Sebut Imbasnya pada Bisnis IT Surabaya seperti ini 

Pengusaha IT menyayangkan dengan tidak diperpanjangnya kontrak pengelolaan Gedung Hitech Mall oleh Pemkot Surabaya.

Penulis: Arie Noer | Editor: Parmin
foto:istimewa
Supardjo Bendahara DPD APTIKNAS bersama Soegiharto Santoso Ketum DPP APTIKNAS saat berkunjung ke Hi-Tech Mall, 17 September 2018. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengusaha IT menyayangkan dengan tidak diperpanjangnya kontrak pengelolaan Gedung Hitech Mall oleh Pemkot Surabaya.  Mall Ikon Kota surabaya sebagai mall pusat IT di Indonesia Timur tersebut segera dikosongkan per maret 2019.

PT Sasana Boga selama ini selaku pengelola gedung pusat perdagangan IT terbesar dan terlengkap di Indonesia Timur itu.

Menurut Ketua DPD APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional) Jawa Timur Okky Tri Hutomo, kerugiannya cukup signifikan, mereka (pedagang) cenderung sepi karena orang sudah tersebar berita pengosongan.

Padahal harapannya ingin tetap bertahan di sana. Ia menyayangkan tidak diperpanjangnya pengelolaan HI Tech Mall.

"Jika mereka harus pindah dari HiTech Mall, maka imbasnya sangat besar di perjalanan bisnis IT, di Kota Surabaya khususnya," tandas Okky resminya, Jumat (11/1/2019).

"Mereka ini kan bukan hanya pedagang kecil, bukan hanya reseller, mereka ini banyak juga para pedagang besar, dealer, service center hingga distributor," lanjutnya.

Dia menambahkan, hal tersebut mungkin yang sepertinya tidak atau belum dipertimbangkan oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Okky menjelaskan, informasi terbaru dalam pengelolaan pedagang bekas Hi-Tech Mall direncanakan  dipindah ke dua lokasi yakni Kaza dan ITC Mall Surabaya.

Menurutnya, jika mereka keluar dari Hi-Tech Mall, pertimbangannya adalah ekosistem bisnis IT yang sudah terbentuk akan terjadi masalah.

Belum lagi trafik pengunjung atau konsumen, kemudian konsumen atau penikmat produk IT atau komputer dari luar kota Surabaya mengenalnya adalah Hi-Tech Mall.

"Bukan jadi rahasia lagi, jika transaksi bisnis yang datang ke Hi-Tech Mall itu bukan orang Surabaya saja, tapi lebih banyak orang dari luar Surabaya, baik kota-kota di Jawa Timur bahkan sampai mereka akan memulai dari nol lagi jika pindah ke tempat yang baru," jelasnya.

Sedangkan Bendahara DPD APTIKNAS Supardjo, yang juga membuka usahanya di Hi-Tech Mall menambahkan, pihaknya akan memulai dari nol lagi jika pindah ke tempat yang baru.

"Saya sangat berharap agar ada kesempatan mediasi untuk mencari solusi terbaik, saya juga siap untuk turut terlibat, karena saya dan teman-teman sudah berusaha di Hi-Tech Mall itu telah lama sekali serta berkeinginan tetap berusaha disini," ujarnya.

Sementara Ketua Umum DPP APTIKNAS Soegiharto Santoso alias Hoky menyatakan, isu polemik Hi-Tech Mall tersebut telah menjadi isu nasional dan sangat memprihatinkan sekali.

Oleh sebab itu, upaya mediasi dengan Pemerintah Kota Surabaya termasuk dengan wakil rakyat bisa menjadi solusi yang baik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved