Berita Jember
Melihat Tenda Nusantara di Perkemahan Santri TPQ Al-Ghofilin
Menyusuri pelataran TPQ Al-Ghofilin di Gang Panili 10, Talangsari Kelurahan Jember Kidul, Kaliwates, Jember seakan melihat miniatur rumah.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Parmin
SURYA.CO.ID | JEMBER - Menyusuri pelataran TPQ Al-Ghofilin di Gang Panili 10, Talangsari Kelurahan Jember Kidul Kecamatan Kaliwates, Jember seakan melihat miniatur rumah dan kebudayaan 12 daerah di Indonesia. Miniatur rumah itu merupakan tenda peserta Super Camp 2018.
Beberapa miniatur rumah memang berbentuk tenda, namun ada beberapa yang berupa miniatur rumah karena berbahan kayu, bambu, juga jerami, dan ilalang.
Berkeliling, mata akan disuguhi dengan miniatur rumah Madura, rumah Jember Pandhalungan, kemudian ada tenda Yogyakarta, ada Banyuwangi, Betawi, Minang, Bali, Aceh, Dayak, Ponorogo, juga Surakarta.
Total ada 12 tenda dan miniatur rumah yang menampilkan kekayaan dan keberagaman nusantara.
Surya menyebutnya miniatur rumah, karena setiap tenda terdiri atas teras, ruang keluarga, dan kamar.
Seperti yang terlihat di tenda Aceh milik kelompok TPQ Al-Ghofilin 4 yang berada di Gladak Pakem, Jember. Tenda milik kelompok santri putri itu terdiri atas teras, ruang keluarga, dan kamar. Antara kamar dan ruang keluarga disekat kain dan kelambu berwarna-warni.
"Kami menampilkan warna-warna terang khas Aceh, seperti merah, hijau, juga kuning. Yang kami tangkap dari Aceh itu, karenanya kami mengangkat tema 'Aceh Kemilau'," kata Ita Nihayah, Ustadzah TPQ Al-Ghofilin 4 kepada Surya.co.id, Jumat (28/12/2018). Tenda Aceh berisikan 11 orang terdiri atas santri dan ustadzah.
Tenda dan miniatur rumah dalam Super Camp 2018 ini memang mengangkat kekayaan nusantara Indonesia. Keunikan tenda akan dijuri karena termasuk dalam salah satu lomba.
Peserta tidak hanya menampilkan tenda nusantara, namun juga harus bisa mempresentasikan kebudayaan yang diangkatnya menjadi tema tenda.
"Kami juga harus mengikuti lomba memasak, kuliner dari daerah yang kami pilih. Kami akan memasak Mie Aceh nantinya," lanjut Ita.
Sedangkan kelompok santri putra dari TPQ Al-Ghofilin 1 memilih tema Banyuwangi. Surya mengunjungi tenda tersebut. Sejumlah santri putra terlihat duduk di kursi di teras tenda. Antara teras dan ruang utama tenda terpisahkan pembatas berwarna merah.
Sebuah pintu geser terpasang di tengah. Ketika Surya menggeser pintu tersebut, terlihat ruang utama yang berfungsi sebagai ruang keluarga sekaligus kamar. Sebuah meja, dengan beberapa camilan tertata di meja tersebut.
Ustadzah tenda Banyuwangi, Tanjali mengatakan, kelompoknya mengambil tema Banyuwangi karena santrinya beberapa kali melakukan studi banding ke Kabupaten Banyuwangi.
"Jadi anak-anak memilih tema ini. Terus untuk kulinernya, kami akan memasak Pecel Pitik (makanan khas Banyuwangi),' kata Tanjali.
Tenda Jember juga turut serta di Super Camp 2018. Tenda Jember bisa disebut miniatur sebuah rumah itu dipersembahkan oleh kelompok santri putra TPQ Al-Ghodilin 4. Miniatur rumah ini malah terbilang lengkap, tidak hanya teras, kamar, dan ruang keluarga, namun dilengkapi sepetak taman kecil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/super-camp-2018-dibuka-pada-rabu-26122018-malam.jpg)