Natal dan Tahun Baru 2019

Sambut Meriahnya Natal, Ratusan Yatim Piatu Belanja dan Bermain Gratis di Pasar Atom

Sebanyak 256 yatim piatu terlihat bersenang-senang, berbelanja dan bermain gratis dalam rangka Natal 2018 di Pasar Atom Mall.

Sambut Meriahnya Natal, Ratusan Yatim Piatu Belanja dan Bermain Gratis di Pasar Atom
surya.co.id/ahamad zaimul haq
BERMAIN BERSAMA - Sinterklas menemani sejumlah anak panti asuhan merayakan Natal dengan bermain di wahana bermain Fun World Pasar Atom Mall, Senin (17/12/2018). Selain bermain anak-anak panti asuhan juga diberi kesempatan berbelanja memilih baju dan tas. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 256 yatim piatu terlihat bersenang-senang, berbelanja dan bermain gratis dalam rangka menyambut perayaan hari Natal 2018 di Pasar Atom Mall, Senin (17/12/2018).

Aura sumringah dan senyum merekah tergambar di wajah mereka, sejak awal hingga akhir acara bertajuk Blessing in Christmas yang berlangsung di lantai lima mal.

Yolanda Christina, salah satu anak dari Panti Asuhan Pondok Kasih mengaku baru pertama kali jalan-jalan ke mal, memilih serta bermain sesuai yang dia inginkan.

"Senang," katanya singkat, malu-malu.

Halim Antawira Hermanto, Direktur Utama Pasar Atom dan Pasar Atom Mal menjelaskan kegiatan amal ini sudah berlangsung tiap tahun dan ini kali ke sembilan.

256 anak berasal dari tujuh panti asuhan nasrani dari berbagai tempat mulai Gayungsari, Manukan, Gembong, Bangkalan dan beberapa tempat lainnya.

"Anak-anak ini mulai umur 4 tahun sampai 14 tahun, kami ajak untuk ibadah bersama kemudian membuat pohon natal, belanja gratis, dan bermain di taman bermain Fun World. Acara ini bagian dari keinginan kami untuk berbagi menyenangkan anak-anak yang bisa jadi ini kali pertama mereka jalan-jalan di mal, karena tidak ada anggota keluarga yang mengajak," katanya ingin menyenangkan anak-anak, sekalipun hanya satu tahun sekali.

Halim melanjutkan mengundang anak-anak yatim bukan hanya saat natal, melainkan saat perayaan ibadah lain seperti Idul Fitri, dengan mengundang panti asuhan muslim. Sementara saat perayaan Imlek mengunjungi panti jombo dan keluarga Tionghoa yang tidak mampu.

"Sebenarnya kami ingin mennggenapkan jumlahnya menjadi 300 anak, tapi kami tidak punya cukup ruang, dikhawatirkan tidak cukup. Di sini mereka bebas memilih baju dan bermain sesuai waktu yang ditentukan, antara 40-50 menit. Kami ingin berbagi kebahagian kepada anak-anak ini, di hari spesial," jelasnya.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved