Sabtu, 18 April 2026

Berita Surabaya

Dosen ITS Kembangkan Topography Augmented Reality Pertama di Indonesia, Ini Manfaatnya

Menurutnya Top AR akan sangat bermanfaat jika dijadikan media pembelajaran topografi.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
surya/sulvi sofiana
Dosen Departemen Teknik Geomatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Agung Budi Cahyono menunjukkan Topography Augmented Reality (Top-AR) yang dikembangkannua para rektor ITS 

SURYA.co.id | SURABAYA - Topography Augmented Reality (Top-AR) merupakan sebuah sistem yang memperlihatkan degradasi warna sebagai representasi perbedaan ketinggian, bentuk, kerapatan garis kontur, serta simulasi gerakan air di muka bumi.

Selain itu, Top-AR merupakan prototype yang pembuatannya kali pertama dilakukan di University of California Davis, Amerika Serikat dengan nama Arsandbox.

Berdasarkan website pembuat Arsandbox tersebut, hanya terdapat satu pendaftar pengembangan Top-AR di Indonesia.

Yaitu dosen Departemen Teknik Geomatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Agung Budi Cahyono.

"Saya melihat banyak manfaatnya, dan itu dikembangkan di Surabaya, tepatnya di ITS ini,” papar dosen Teknik Geomatika itu.

Menurutnya Top AR akan sangat bermanfaat jika dijadikan media pembelajaran topografi.

Pasalnya media pembelajaran topografi di Indonesia hingga kini masih ditunjang perangkat dua dimensi.

Padahal Topografi merupakan suatu studi terperinci mengenai bentuk dan fitur permukaan bumi.

Hal ini menyebabkan para pelajar hanya dapat mempelajarinya secara imajiner.

"Produk ini ideal untuk digunakan sebagai alat pembelajaran langsung tentang ilmu kebumian,” ungkap Agung sambil menunjukkan karyanya.

Dikatakan Agung, prototype ini sudah pernah dipamerkan di beberapa acara yang dihelat oleh Departemen Teknik Geomatika ITS, sejumlah seminar internasional geospasial, bahkan hingga telah dipesan oleh museum PT Timah Indonesia di Pangkal Pinang.

Ia menjelaskan, sistem ini terdiri dari empat komponen yakni komputer, sensor, proyektor, dan media pasir.

Top-AR ini bekerja dengan cara memindai pergerakan pasir melalui sensor, kemudian mentransfer hasil pindaian tersebut ke komputer.

Komputer akan memilah ketinggian permukaan pasir. Hasilnya adalah bentuk visualisasi warna dan garis kontur yang nantinya akan divisualisasikan ke pasir melalui proyektor.

“Sistem ini memungkinkan pengguna dapat membuat model permukaan topografi secara riil,” imbuhnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved