Senin, 13 April 2026

Persebaya Surabaya

Hadapi PSMS Medan, selain Persiapan Mepet Dua Hal ini Fokus Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman

Menghadapi tuan rumah PSMS Medan, di Stadion Teladan, Sabtu (1/12/2018), pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman mendapati beberapa cobaan.

Penulis: Khairul Amin | Editor: Parmin
foto: istimewa/liga 1 2018
Pelatih Persebaya Surabaya Djadjang Nurdjaman mengaku persiapan mempet jelang menghadapi PSMS Medan. 

SURYA.co.id I SURABAYA - Menghadapi tuan rumah PSMS Medan, di Stadion Teladan, Sabtu (1/12/2018), pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman mendapati beberapa cobaan.

Pelatih Persebaya Surabaya Djadjang Nurdjaman mengaku kendala jelang laga pekan ke-33 Liga1 tersebut adalah mepetnya waktu persiapan. Bahkan, para punggawa Bajul Ijo hanya melalukan sesi latihan di Surabaya hanya sekali.

"Jujur untuk pertandingan kali ini ada kendala dengan recovery, karena kita kebagian waktu hanya sedikit sekali, hari ini latihan, besok di jalan, dan Jumat OT," terang Djanur usai pimpin latihan tim di Lapangan Futsal Bhaskara, Surabaya, Rabu (28/11/2018).

Bahkan, di latihan kali ini hanya bagian dari Recovery, belum masuk pada taktik.

"Yang main tadi tidak latihan, hanya recovery," tambah Djanur.

Tentang mepetnya persiapan, disampaikan Djanur, ini pasti akan menjadi kendala. Hal serupa juga pernah dialami punggawa Bajul Ijo kala tendang ke markas Persipura Jayapura dan harus menelan kekalahan 3-1 (30/10/2018).

"Pasti ada kendala, pasti tidak ideal, tapi apa boleh buat, harus kita lakukan, misi kita tetep, dengan persiapan minim, kita mau meraih tiga poin di sana," tegas pelatih asal Majalengka tersebut.

Tidak hanya itu, kondisi lapangan di Stadion Teladan yang kurang begitu rata disebut Djanur juga akan menjadi ujian tersendiri. Sebab, selama ini, Persebaya terbiasa bermain di lapangan relatif rata, seperti Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

"Pasti ada kendala, karena pemain kita terbiasa dengan lapangan bagus dengan satu dua sentuhan," terang Djanur.

Meski akan bermain di kontur lapangan kurang rata, Djanur menyebut tidak akan melakukan ubahan strategi.

"Tidak sampai merubah, tapi saya pikir pemain harus segera beradaptasi dengan lapangan itu saja," tuturnya.

Apalagi menurut mantan pelatih Persib dan PSMS Medan tersebut, permainan anak-anak Medan terkenal dengan permainan presing ketat dengan sebutan Rap Rap.

"Harus di soroti adalah tekanan dari mereka permainan khas Medan, Rap Rap yang sebagian pemain sudah bisa menerapkan itu, itu yang harus diantisipasi," tegas pelatih 54 tahun tersebut.

Bukan tanpa alasan, dengan pola permainan seperti itu, PSMS Medan kerap bisa bangkit mengejar ketertinggalan, meskipun sudah tertinggal jauh.

Seperti yang dipeihatkan PSMS Medan saat menjamu Madura United (17/11/2018), tertinggal 0-3, akhirnya bisa menyamakan kedudukan menjadi 3-3 di akhir laga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved