Berita Malang Raya
Antisipasi Banjir di Pasar Rakyat, Ini yang Dilakukan Dinas Perdagangan Kota Malang
Meskipun pasar tidak terlalu banyak sampah, aliran air dari jalan tetap saja akan mengalir ke halaman pasar.
Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | MALANG - Dinas Perdagangan Kota Malang mulai mengantisipasi dampak banjir terhadap sejumlah pasar rakyat di Kota Malang.
Melalui Bidang Pengelola Pasar Rakyat, Dinas Perdagangan akan mengeluarkan surat imbauan agar para kepala UPT, pedagang dan pembeli sama-sama menjaga kebersihan pasar.
Hal itu dimaksudkan agar banjir yang terjadi akibat sampah tidak terjadi di pasar rakyat saat musim hujan.
Kabid Pengelola Pasar Rakyat Eko Sri Yuliadi mengatakan, rencananya surat imbauan itu akan dikeluarkan mulai Desember.
“Jadi kita sudah arahkan kepada kepala UPT dan pengelola pasar, jangan membuang sampah di sembarang tempat. Kemudian yang kedua, diadakankerja bakti membersihkan saluran air di sekitar pasar,” ujarnya, Senin (26/11/2018).
Dilanjutkan Eko, kerja bakti yang dilakukan nantinya bersifat kondisional.
Diharapkan dengan adanya kerja bakti itu, kondisi kebersihan pasar terjaga.
“Karena banyak pedagang yang membuang sampah sembarangan. Sehingga kerja bakti kondisional,” lanjutnya.
Ada dua pasar yang menjadi prioritas pantauan oleh Dinas Perdagangan Kota Malang. Pertama adalah pasar Besar, kedua Pasar Kasin.
Kedua pasar itu menjadi pantauan karena posisinya lebih rendah dari badan jalan.
Sehingga, meskipun pasar tidak terlalu banyak sampah, aliran air dari jalan tetap saja akan mengalir ke halaman pasar.
“Memang kondisi pasar di Kota Malang ini, tidak semuanya, terjadi kebanjiran. Ada dua pasar yang posisinya lebih rendah dari jalan yaitu Pasar Besar dan Kasin. Itu kondisi lantai dasar lebih rendah dari jalan,” terangnya.
Selain dua pasar itu, pasar yang biasanya mengalami banjir adalah Pasar Blimbing.
Oleh sebab itu, Dinas Perdagangan Kota Malang mendorong agar revitalisasi pasar segera terlaksana.
Dengan adanya revitalisasi pasar, kondisi pasar rakyat yang biasanya kumuh serta kebanjiran diharapkan tidak terjadi lagi.
Eko juga mengatakan, kondisi pasar yang banjir saat musim hujan berdampak pada pedagang dan pembeli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/harga-cabai-di-jombang-tembus-140-ribu-perkilogram_20170208_194424.jpg)