Sabtu, 16 Mei 2026

Berita Entertainment

Penyebab Sebenarnya Ibunda Roger Danuarta Meninggal Dunia, Penyakitnya Layaknya Rollercoaster

Terungkap penyebab sebenarnya Ibunda Roger Danuarta meninggal dunia. Penyakitnya layaknya Rollercoaster.

Tayang:
Editor: Tri Mulyono
WARTA KOTA
Roger Danuarta 

Total sudah 11 bulan perempuan yang melahirkannya itu berjuang melawan penyakit jantung dan ginjal.

"Aku lagi shooting dikabari rumah sakit Mama anfal, akhirnya langsung pihak keluarga yang di rumah sakit mengurusi dan aku menyusul," kata Roger.

Dari foto papan pengumuman rumah duka yang beredar, tercantum bahwa hari Minggu (25/11/2018) akan digelar kebaktian pada pukul 19.00 WIB.

Setelah itu, Senin (26/11/2018) sekitar pukul 08.00 WIB, kembali diadakan kebaktian sebelum pemakamam.

Jenazah ibunda Roger akan dikebumikan di TPU Taman Kenangan Lestari, Karawang, Jawa Barat.

Artis peran Roger Danuarta menyebut penyakit yang diidap ibundanya sebelum meninggal, layaknya rollercoaster.

"Memang rollercoaster banget sakit Mama ini. Berat pasti, tapi kami ikhlas juga karena akhirnya Mama sudah tidak menderita lagi," ucap Roger dilansir Surya.co.id dari Kompas.com.

Artis peran Roger Danuarta mengenang masa-masa saat ibundanya berjuang melawan penyakit jantung dan gagal ginjal selama 11 bulan terakhir.

"Setiap hari lihat kondisi dia, sakitnya, penderitaannya, berhari-hari jaga, berat," kata Roger di Rumah Duka Oasis Lestari di Jatake, Tangerang, Minggu (25/11/2018).

Apalagi ia tetap harus menjalani aktivitas shooting sinetron kejar tayang di sela merawat ibunya yang rutin masuk keluar rumah sakit.

"Berat. Konsentrasi susah karena kepikiran ibu. Kalau hanya saudara mungkin enggak gimana banget ya, tapi ini ibu, kami satu rumah," ucap Roger.

Roger Danuarta
Roger Danuarta (Instagram)

Pemain sinetron Orang Ketiga itu mengenang ibunya sebagai figur yang baik, tak suka mencampuri urusan orang lain, kuat, tomboy dan berjiwa pejuang.

Ia mencontohkan, ibunya semasa hidup selalu terlihat bersemangat meski harus menjalani cuci darah tiga sampai empat kali seminggu.

Semua itu dijalani dengan semangat. Semangatnya masih besar banget," kata Roger.

"Ibu itu segalanya ya. Dia yang membesarkan, dulu dari saya remaja yang belum ngerti, masih maunya sendiri, masih berontak, ya. Semakin dewasa semakin menyadari kalau dengan orangtua itu harus dekat, sebagai sahabat, teman, ya," ucapnya lagi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved