Berita Pendidikan Surabaya

2 SMA di Surabaya Pilot Project Sekolah Ramah Anak, SMA SAIM Tak Pernah Bebani Siswa dengan Tugas

Dua sekolah ditunjuk Dinas Pendidikan Jatim menjadi pilot project implementasi Sekolah Ramah Anak (SRA), yaitu SMA SAIM.

2 SMA di Surabaya Pilot Project Sekolah Ramah Anak, SMA SAIM Tak Pernah Bebani Siswa dengan Tugas
surya/sulvi sofiana
Suasana International Culture Expo 2017 di Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya, Selasa (28/2/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dua sekolah ditunjuk Dinas Pendidikan Jatim menjadi pilot project implementasi Sekolah Ramah Anak (SRA), yaitu SMA SAIM (Sekolah Alam Insan Mulia) dan SMAN 16 Surabaya.

Keduanya dinilai memiliki unsur pendukung ramah anak baik dalam segi fasilitas sarana dan prasarana maupun kurikulum pembelajaran.

Waka Kesiswaan SMA SAIM, Lotus Respati Nusantara Akbar mengungkapkan salah satu penilaian dalam SRA adalah pemenuhan hak-hak anak. Di antaranya adalah hak belajar dan hak mendengar.

Hal tersebut juga disesuaikan dengan delapan standart nasional yang memenuhi kategori SRA. Di antaranya standart isi yang meliputi kurikulum dan konsep perlindungan anak, standart proses meliputi pembelajaran inspiratif, inovatif, motivasi dan kreativitas, dan minat bakat siswa.

"Sementara standart kompetensi kelulusan di antaranya meliputi pencapaian keterampilan individu. Kemudian standart PTK (pendidik dan tenaga kependidikan), standart pembiayaan, standar penilaian, standar sarana prasarana, dan standar pengelolaan," ungkapnya ketika fikonfirmasi, Minggu (11/11/2018).

Selain itu, pencegahan tindak kekerasan dan bulliying menjadi penilaian paling besar. Hal itu dibuktikkan dengan catatan pengaduan siswa.

"Kami berprinsip dalam mendidik siswa harus mengutamakan sisi kemanusian. Istilahnya memanusiakan manusia," paparnya.

Itu terkait dengan peserta didik inklusi yang diterima di sekolahnya. Dari total 103 siswa, delapan di antaranya merupakan siswa inklusi yang tersebar di kelas 10 hingga 12.

“Kami punya tiga GPK (Guru Pendamping Khusus) untuk mendampingi anak-anak inklusi. Sementara untuk rasio guru BK dengan siswa satu banding lima,”ungkapnya.

Diakui Lotus, implementasi SRA sudah dilakukan oleh pihaknya sejak delapan tahun terakhir. Hanya, tahun ini merupakan kali pertamanya ditunjuk oleh Dindik Jatim dalam menjadi pilot projek SRA di Surabaya.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved