Sabtu, 18 April 2026

Berita Surabaya

Mahasiswa UKWMS Buat Perenyah Kripik Berbahan Organik dari Ekstrak Cangkang Telur

Cita rasa renyah selalu menjadi daya tarik dari keripik, khususnya keripik ubi yang selama ini banyak diproduksi rumahan.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
surya/sulvi sulviana
Mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Alvian Kisima (21) dan David Tjandra Nugraha (21) pembuat inovasi perenyah keripik dari limbah cangkang telur sebagai riset tugas akhirnya di Laboratorium Pengolahan Pangan UKWMS, Rabu (7/11/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Cita rasa renyah selalu menjadi daya tarik dari keripik, khususnya keripik ubi yang selama ini banyak diproduksi rumahan.

Sayangnya untuk memberikan efek renyah, tak jarang digunakan rendaman kapur yang biasa digunakan dalam bahan bangunan.

Melihat hal ini, mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Alvian Kisima (21) dan David Tjandra Nugraha (21) memutuskan untuk membuat perenyah keripik dari bahan organik sebagai riset tugas akhirnya.

"Cangkang telur memiliki kandungan kalsium yang tinggi, selain itu pemanfaatannya yang masih jarang, sehingga mudah ditemukan,"ungkap David ketika ditemui di Laboratorium Pengolahan Pangan UKWMS, Rabu (7/11/2018).

Ia mengungkapkan kalsium klorida dinilai lebih aman dikonsumsi (food grade) dibandingkan menggunakan bahan kimia.

Ini karena produksi kalsium klorida komersil berbahan dari batu kapur yang dihasilkan oleh industri besar dengan menambang.

Selain itu limbah cangkang telur sangat banyak ditemukan.

“Dibanding menggunakan klasium klorida, cangkang telur memiliki sarat food grade untuk dijadikan campuran perenyah keripik. Di mana 90 persen kandungan pada cangkang telur adalah kalsium. Ini artinya bisa menjadi salah satu sumber kalsium terbaik,” ungkap pria yang baru saja menuntaskan Tugas Akhirnya ini.

Untuk mendapat kandungan kalsium pada cangkang telur, harus dilakukan proses ekstraksi untuk mengambil kalsium yang ada pada cangkang telur.

"Proses ekstraksinya cangkang harus dihancurkan dulu, kemudian ditambahkan asam klorida hingga serpihan cangkang itu larut. Setelah tercampur kemudian dikeringkan dengan cara di sangrai,"ujarnya.

David mengungkapkan dalam percobaan mereka sempat mengeringkan menggunakan oven.

Sayangnya membutuhkan waktu berjam-jam hingga kering sempurna.

Sehingga teknik sangrai digunakan secara maksimal.

David mengungkapkan, penelitian serupa juga pernah ia lakukan ketika masih semester enam.

Waktu itu, pria berkacamata ini mengangkat topik utama peningkatan mutu produk pangan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved