Berita Mojokerto
Sikapi Kabar Penculikan Pelajar SD di Mojokerto, Polisi Minta Bantuan Psikolog Polda Jatim
Polisi meminta bantuan psikolog untuk memeriksa kondisi MA, pelajar SD yang mengaku diculik oleh dua pria misterius, Minggu (4/11/2018).
Penulis: Danendra Kusumawardana | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | MOJOKERTO - Polisi meminta bantuan psikolog untuk memeriksa kondisi MA, pelajar SD yang mengaku diculik oleh dua pria misterius, Minggu (4/11/2018).
Penculikan tersebut diduga fiktif dan hanya karangan bocah itu saja.
Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery mengakatan, pihaknya mendatangkan psikolog dari Polda Jatim untuk memeriksa kejiwaan MA.
"Hari ini kami mendatangkan psikolog dari Polda Jatim," kata Fery Selasa (6/11).
Ia menambahkan, sebelumnya MA juga telah menjalani pemeriksaan kejiwaan, Senin (5/11). Dia diperiksa oleh dua psikolog dari Surabaya.
"Kami mendatangkan psikolog dari Polda sebagai pembanding. Kalau hasilnya sudah saling mendukung, maka cukup dua itu," paparnya.
Fery menerangkan, pemeriksaan kejiwaan oleh psikolog terhadap MA bukan tanpa alasan. Pasalnya, menurut Fery pemeriksaan terpaksa dilakukan lantaran MA kerap berubah-ubah saat menceritakan kisah penculikan.
"Kami ingin mengetahui kondisi kejiwaan anak ini terganggu atau tidak. Karena dia sampai bisa mengarang cerita dan ceritanya itu berubah-ubah," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, MA mengaku diculik usai mengaji.
Katanya waktu itu, pelakunya adalah 2 pria misterius yang membawanya ke sebuah rumah kosong.
Kepada orangtuanya, MA mengaku berhasil kabur.
Berdasarkan pengakuan bocah tersebut, orangtuanya melapor ke polisi.
Baca: Bocah 9 Tahun di Mojokerto Mengaku Diculik 2 Pria tak Dikenal Lalu Dibawa ke Rumah Kosong
Baca: Polisi Yakin Kabar Penculikan Pelajar SD di Mojokerto Tidak Benar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/penculikan-di-mojokerto_20181105_180854.jpg)