Rabu, 22 April 2026

Berita Malang Raya

Didemo Puluhan Karyawannya, Ini Penjelasan Direktur RSIA Refa Husada yang Anak Bupati Jember Faida

Akmal menduduki posisi direktur tidak lama ini setelah pihaknya membeli dari pemilik yang lama.

Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
surya/benni indo
Puluhan karyawan RSIA Refa Husada dan mahasiswa berunjuk rasa di depan RSIA Refa Husada, Kota Malang, Senin (5/11/2018). 

SURYA.co.id | MALANG - Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Refa Husada ternyata milik anak Bupati Jember Faida yaitu Abdul Malik Akmal.

Akmal menjabat sebagai Direktur di RSIA Refa Husada.

Rumah Sakit yang ia pimpin saat ini tengah menghadapi tuntutan 16 karyawan yang dirumahkan dan tidak digaji sejak April 2017.

Akmal menduduki posisi direktur tidak lama ini setelah pihaknya membeli dari pemilik yang lama.

Namun Akmal mengatakan tidak mengetahui proses transaksi jual beli itu antara pemilik lama dengan pihaknya.

Di sisi lain, ia juga tidak menjelaskan secara gamblang aktor di balik transaksi yang ternyata menyisakan tanggungan terhadap hak buruh itu.

"Saya no comment masalah itu. Bukan saya yang melakukan take over itu," ujar Akmal saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (5/11/2018).

Abdul Malik Akmal, anak Bupati Jember Faida yang menjabat sebagai direktur di RSIA Refa Husada, Kota Malang.
Abdul Malik Akmal, anak Bupati Jember Faida yang menjabat sebagai direktur di RSIA Refa Husada, Kota Malang. (surya/benni indo)

Akmal juga menegaskan kalau ibunya bukan pemilik RSIA Refa Husada.

Dalam struktur organisasi juga dijelaskan tidak ada nama Faida.

"Nama Faida tidak ada di strukturnya," ujarnya.

Ditanya terkait kepemilikan saham Faida di RSIA Refa Husada, Akmal menjelaskan tidak tahu menahu soal itu.

Menanggapi tuntutan buruh yang berunjuk rasa, Akmal akan melakukan somasi kepada pemilik yang lama.

Pasalnya, ketika ada transaksi jual beli dulu, tidak dijelaskan oleh pihak lama adanya tanggungan hak terhadap sejumlah buruh.

"Pihak lama sudah memberikan surat pernyataan untuk menyelesaikan masalah yang timbul setelah take over. Saat itu tidak disampaikan ada tanggungan. Kami akan lakukan somasi,"paparnya.

Luthfi Hafid, Ketua Umum Front Perjuangan Buruh Indonesia menjelaskan, para karyawan yang dirumahkan karena pihak RSIA mengalami kolaps lantaran tidak adanya pasien.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved