Berita Surabaya

Cak Imin: RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Jadi Kado Spesial PKB di Hari Santri

Partai Kebangkitan Bangsa sukses mengawal pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Madrasah dan Pendidikan Keagamaan menjadi RUU inisiatif DPR RI.

Cak Imin: RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Jadi Kado Spesial PKB di Hari Santri
surya.co.id/bobby constantine koloway
RUU PESANTREN – Dari kiri: Ketua Dewan Syuro PKB Jatim KH Muhsin Ghozali, Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dan Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar saat bersama peserta seminar RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PKB, dan lagu Syubbanul Wathon, Kamis (25/10/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sukses mengawal pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Madrasah dan Pendidikan Keagamaan menjadi RUU inisiatif DPR RI pada rapat Badan Legislatif (Baleg) pada Kamis (13/9/2018) lalu.

Menindaklanjuti hal itu, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jatim berkomitmen terus mengawal proses pengesahan RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan menjadi Undang-Undang (UU).

Untuk menyempurnakan sekaligus sosialisasi RUU tersebut, DPW PKB Jatim menggelar Seminar RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan, di Surabaya, Kamis (25/10/2018).

Acara ini dihadiri Abdul Muhaimin Iskandar, Ketua Umum DPP PKB sekaligus Wakil Ketua MPR RI yang ditunjuk menjadi keynote speaker pada seminar tersebut.

Hadir KH Marzuki Mustamar (Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim) dan Cucun Ahmad Syamsurijal (Anggota Pansus RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan).

Kemudian, Dr Nurul Ghufron SH MH (Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember) dan Prof Dr M Noor Harisudin (Guru Besar IAIN Jember).

Hadir pula jajaran pengurus DPW PKB Jatim, anggota DPRD se-Jatim, sejumlah kepala daerah se-Jatim, serta perwakilan dari 80 pesantren se-Jatim

Ketua DPW PKB Jatim Drs H Abdul Halim Iskandar mengatakan, acara ini merupakan komitmen pihaknya mendukung terbentuknya landasan hukum terhadap pesantren di Jatim. Dengan adanya landasan hukum itu, maka juga akan berpotensi untuk meningkatkan potensi pesantren.

"Inti dari kegiatan ini adalah memberikan masukan yang lebih maksimal kepada pemerintah terkait dengan latar belakang RUU Pesantren. RUU itu yang kini telah selesai di parlemen," kata Halim dalam sambutannya, Kamis (25/10/2018).

RUU ini merupakan produk hukum yang sangat ditunggu, utamanya pesantren Salafiyah.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved