Minggu, 26 April 2026

Berita Malang

Ini Saran Pakar Transportasi agar Pemkot Malang Pecahkan Kemacetan

Saat ini, kemacetan nyaris terjadi disetiap sudut Kota Malang. Hal itu dikarenakan kota Malang belum memiliki moda transportasi massal yang memadai.

Penulis: Alfi Syahri Ramadan | Editor: Iksan Fauzi
surya/hayu yudha prabowo
Ratusan kendaraan terjebak kepadatan arus lalu lintas di Jalan Rabu Grati, Kota Malang, Sabtu (1/9/2018). Jalan menuju perumahan Sawojajar ini selalu padat dan macet pada jam-jam sibuk dan hari libur. 

SURYA.co.id | KLOJEN - Permasalahan kemacetan masih menjadi hal yang sulit terpecahkan di kota Malang.

Saat ini, kemacetan nyaris terjadi disetiap sudut kota Malang. Hal itu dikarenakan kota Malang belum memiliki moda transportasi massal yang memadai.

Namun demikian, untuk saat ini Kota Malang dinilai masih belum membutuhkan moda transportasi massal layaknya di Jakarta yang tengah membangun MRT ataupun LRT.

Hal itu, lantaran dilihat dari struktur kota yang tak sebesar Jakarta, tentu memerlukan kebijakan lain.

Hal itu seperti diungkapkan oleh pengamat transportasi Universitas Brawijaya, Ludfi Jakfar.

Ia menyebut bahwa biaya untuk membangun transportasi massal memang cukup besar.

Sehingga jika melihat APBD saat ini maka tentunya cukup sulit untuk merealisasikan mimpi membangun moda transportasi massal.

"Transportasi massal yang terintegrasi memang sebuah keniscayaan. Tetapi untuk saat ini kota Malang masih cukup berat untuk menuju ke arah sana. Namun, pemerintah harus mencari alternatif lain yang lebih efektif untuk mengurai kemacetan," katanya Sabtu (20/10/2018).

Dosen jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya itu menambahkan bahwa sejauh ini untuk kemacetan yang ada di wilayah kota Malang terbagi dalam beberapa titik.

Beberapa diantaranya seperti kawasan Soekarno Hatta, kawasan Pasar Besar dan beberapa lokasi lain.

Untuk bisa mengurai hal tersebut pemkot Malang harus mencari moda transportasi alternatif yang lebih efektif.

Salah satunya adalah membuat terobosan dengan membiasakan agar masyarakat terutama mahasiswa memanfaatkan sepeda.

"Menambahkan jalur bagi pesepeda dan mulai mengubah kebiasaan dari kendaraan bermotor ke sepeda mungkin juga bisa jadi alternatif. Terutama untuk area-area yang banyak dihuni mahasiswa," tambahnya.

Nantinya pemkot Malang juga bisa bekerja sama dengan kampus-kampus yang ada di kawasan kota Malang. Salah satunya untuk coba membuat aturan untuk penggunaan sepeda.

Hal itu dinilai efektif untuk bisa mengurai permasalahan kemacetan yang ada.

"Saat ini yang terpenting adalah ada aksi nyata yang dilakukan oleh pemkot. Salah satunya adalah dengan mengubah pola pikir masyarakat terutama mahasiswa untuk lebih banyak menggunakan moda transportasi seperti sepeda. Sambil juga memikirkan moda transportasi massal yang lebih besar," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved