Berita Malang Raya
Forhati Ajak Perempuan Berkontribusi Bagi Pembangunan Daerah
Forum Alumni HMI Wati (Forhati) mendorong perempuan untuk lebih terlibat dalam pembangunan daerah.
Penulis: Alfi Syahri Ramadan | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.di| MALANG - Peran perempuan dalam pembangunan daerah saat ini masih belum maksimal. Untuk itu, guna kembali mengingatkan serta menguatkan peran perempuan, Forum Alumni HMI Wati (Forhati) menggelar sebuah agenda sarasehan dengan beberapa kelompok perempuan di Balai Kota Malang, Kamis (18/10/2018).
Salah satu harapan dari acara tersebut adalah untuk kembali menguatkan peran perempuan dalam pembangunan. Jadi, perempuan tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga bisa berperan untuk proses pembangunan daerahnya dalam hal ini kota Malang.
Ketua Presidium Forhati Kota Malang, Erwin Qodariyah menjelaskan bahwa selama ini ada anggapan bahwa kualitas sumber daya perempuan yang ada di kota Malang masih belum maksimal. Untuk itu, kegiatan tersebut bertujuan untuk menguatkan kembali agar perempuan bisa memaksimalkan peran mereka tidak hanya dari sisi sebagai ibu rumah tangga saja.
"Kami ingin perempuan bisa memiliki peran penting dalam proses pembangunan di kota Malang. Untuk itu, pertemuan ini paling tidak bisa menjadi awal untuk menentukan langkah konkret seperti apa yang akan dilakukan untuk bisa memberikan support terhadap pembangunan di kota Malang," terangnya Kamis (18/10/2018).
Pada kesempatan tersebut, beberapa pembicara ternama juga turut dihadirkan. Beberapa diantaranya adalah Keppi Sukesih dari Pusat Studi Gender Universitas Brawijaya Malang, serta Nuning Rodiyah, Komisioner Bidang Pengawasan Isi Siaran Komisi Penyiaran Indonesia.
Pakar studi perempuan, Keppi Sukesih menjelaskan bahwa saat ini perempuan harus bisa memiliki peran lebih. Ia menilai bahwa perempuan memang harus memiliki peran strategis dalam pembangunan. Utamanta untuk pembangunan jangka panjang di Kota Malang.
"Selama ini saya kira perempuan di kota Malang sudah memerankan tugas dan fungsinya dengan baik. Terutama bagi mereka yang tergabung dalam kelompok organisasi perempuan," katanya.
Namun demikian, ia menilai selama ini peran perempuan dalam mensupport pembangunan di kota Malang masih belum maksimal. Ia menilai ada tiga hal yang perlu dilakukan oleh perempuan dalam peranya membantu program kemajuan di kota Malang.
"Pertama adalah hal dasar pendidikan dan kesehatan. perempuan harus mengambil peran untuk hal pendidikan dan kesehatan. Kedua adalah hal yang praktis seperti masalah sandang pangan dan pengentasan kemiskinan. Setelah itu baru berpikir jangka panjang yakni berupa penguasaan sumber daya manusia," imbuhnya.
Sementara itu, Nuning Rodiyah, Komisioner Bidang Isi Siaran KPI mengatakan bahwa saat ini perempuan juga harus melek media. Sebab, sebagai ibu rumah tangga tentunya harus bisa menjadi filter pertama bagi anak-anak agar mereka tak mudah termakan informasi yang belum tentu kebenarannya. Termasuk juga mendampingi anak-anak agar mereka tidak salah dalam mencerna informasi yang didapat.
"Kami ingin menyampaikan bahwa perempuan harus memiliki peran lebih dalam keluarga. Sebagai ibu, mereka harus bisa memberikan pendampingan terhadap anak ketika menonton TV maupun lainya," ucapnya.
Apalagi saat ini teknologi semakin deras berkembang. Sehingga dalam hal ini peran perempuan sangat penting. Utamanya bagi perkembangan anak. Apalagi saat ini umumnya anak-anak sudah mulai menggunakan gadget. Tentunya perempuan harus melek media agar bisa mengawasi anak-anaknya dalam bermain gadget.
"Kalau untuk konteks Indonesia mungkin idealnya seorang anak mulai diperbolehkan bermain gadget adalah kisaran usia 12-14 tahun. Namun, dalam hal ini peran orang tua sangat penting terutama ibu untuk bisa mendampingi anak agar tak kebablasan dalam bermain gadget," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/sarasehan-forhati_20181018_211443.jpg)