Rumah Politik Jatim

Pengamat Politik Unair Sebut Pengaruh La Nyalla di Pilpres 2019 Besar, tapi Perlu Dimaksimalkan

Dukungan La Nyalla Matalitti memang cukup diperhitungkan di Pilpres 2019.

Pengamat Politik Unair Sebut Pengaruh La Nyalla di Pilpres 2019 Besar, tapi Perlu Dimaksimalkan
Surabaya.tribunnews.com/Bobby Constantine Koloway
La Nyalla Mahmud Mattalitti mendampingi Calon Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Sidoarjo, Sabtu (29/9/2018) lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dukungan La Nyalla Matalitti memang cukup diperhitungkan di Pilpres 2019.  Lantaran Ketua Umum MPW Pemuda Pancasila Jatim itu memiliki basis dukungan yang cukup besar, terutama dari ormas Pemuda Pancasila.

Apalagi sekarang La Nyalla yang juga selaku ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, mengalihkan dukungan dari yang biasanya mendukung Prabowo, sekarang mendukung Jokowi

Namun, untuk memaksimalkan dukungan itu tentu saja ada banyak hal yang perlu diperhatikan dan dimaksimalkan.

Hal itu diungkapkan oleh Hari Fitrianto selaku pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Selasa (16/10/2018).

"Kalau dihitung dari jumlah anggota Pemuda Pancasila (PP) jelas berpengaruh, tapi seberapa banyak pengaruhnya atau memperbanyak jumlah dukungannya itu tergantung bagaimana PP sebagai mesin pencari massa dalam Pilpres bergerak," ujar Hari Fitrianto.

Dosen di FISIP Unair itu menjelaskan, jika dukungan yang diberikan oleh PP hanya terbatas pada jumlah anggotanya saja.

Tentu untuk memperluas dukungan, mesin dari PP juga membutuhkan pemantik, pelumas dan bahan bakar untuk bisa menjalankan itu semua.

"Seperti layaknya mesin, jika ingin bergerak tentu harus ada pemantik dan bahan bakarnya," imbuhnya.

Mengenai faktor lain, Hari menjelaskan tak ada masalah terkait dukungan PP yang dinilai akan solid.

Hal tersebut karena ormas PP yang dikenal dengan ormas Paramiliter atau yang menyerupai militer, diprediksi akan satu suara.

"Kalau anggota Pemuda Pancasil saya kira langsung ikut pak La Nyalla, karena Pemuda Pancasila ini bukan ormas yang sangat cair, tapi ormas yang hierarkinya juga sangat kuat, mirip militer. Makanya, dia juga disebut sebagai paramiliter, organ yang menyerupai militer, sehingga ketaatan taktik organisasi itu terjaga," ungkapnya.

Hari juga memberikan catatan, jika ingin dukungan di Pilpres 2019 bisa besar dan maksimal, tentu saja La Nyalla Matalitti sebagai orang yang punya afiliasi dan pengaruh di Pemuda Pancasila, bisa mengerahkan anggota dari ormas PP untuk mengaktifkan sel-sel dan turun ke bawah.

"Harus bekerja turun ke bawah sebagai sel aktif sebagai mesin pemenangan Jokowi Ma'ruf Amin," pungkasnya. (Aqwamit Torik/TribunJatim.com)

Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved