Berita Surabaya
Riliv Persiapkan ‘Hening’, Aplikasi Meditasi untuk Kesehatan Mental
Hening adalah sebuah fitur meditasi online. Fitur terbaru ini nantinya bisa ditemukan pada halaman awal aplikasi Riliv.
Penulis: Delya Octovie | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.co.id | SURABAYA – Dalam acara Millenials Wellness Day: Mentally Healthy Millenial di KORIDOR, Surabaya, yang digelar Riliv untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia, start up aplikasi konseling online itu turut memperkenalkan fitur ‘Hening’.
Hening adalah sebuah fitur meditasi online. Fitur terbaru ini nantinya bisa ditemukan pada halaman awal aplikasi Riliv.
“Kami tidak ingin orang menunggu stres, apalagi sampai bunuh diri. Kami punya visi kedepannya, Riliv tidak hanya menangani kesehatan mental tetapi juga memberi solusi,” tutur Audrey Maximillian Herli, CEO dan Co-Founder Riliv, Sabtu (13/10/2018).
Baca: Ingin Anak Muda Sadar Pentingnya Kesehatan Mental, Riliv Gelar Millenials Wellness Day
Ia pun menambahkan konten-konten positif di aplikasinya, seperti Riliv Story dan artikel-atikel edukasi soal kesehatan mental.
Konten-konten positif ini diharapkan menjadi tindakan preventif pada kesehatan mental, bersamaan dengan Hening.
Meditasi disebut sebagai satu di antara cara menenangkan seseorang yang memiliki gangguan kejiwaan.
“Ada beberapa tindakan psikologis yang butuh cepat, ada yang bertahap, ada pula yang sifatnya pencegahan. Nah menurut saya bagi orang yang mudah panik misalnya, atau mudah marah, aplikasi relaksasi seperti Hening tepat untuk mengontrol atau memberi asupan psikologis,” jelas Lutfi Arya, anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Jawa Timur.
Meditasi biasa dijadikan sebagai satu di antara metode penanganan gangguan kejiwaan, namun tergantung kasus yang ditangani.
Sedangkan dalam Hening, kata Lutfi, poinnya adalah relaksasi yang bisa menjernihkan pikiran dan meredam stres.
Hening nantinya akan berwujud seperti aplikasi musik.
Ketika masuk ke aplikasi Riliv, tekan fitur meditasi, lalu akan muncul beberapa playlist dengan masing-masing tema, seperti stres, burnout, susah tidur, kecanduan, dan lain-lain.
“Tujuannya agar yang depresi, tidak menjadi makin parah. Rencananya nanti musik juga menyusul, saat ini lebih ke panduan pernapasan. Kalau konten dari teman-teman psikolog. Rata-rata para praktisi meditasi melakukan seperti yang fitur ini lakukan,” ujar Maxi.
Meditasi sebenarnya bukan hal asing bagi masyarakat menurut Maxi, tetapi hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu, misalnya praktisi yoga.
Sementara praktisi yoga biasanya berasal dari kalangan menengah ke atas.
“Padahal sebenarnya psikolog maupun praktisi meditasi juga menggunakannya dan efektif. Nah, kenapa meditasi tidak digunakan untuk massa yang lebih luas lewat teknologi,” tandasnya.
Fitur Hening rencananya akan diluncurkan pada bulan November mendatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/aplikasi-kesehatan-mental_20181013_173807.jpg)