Berita Surabaya

Ingin Anak Muda Sadar Pentingnya Kesehatan Mental, Riliv Gelar Millenials Wellness Day

Event ini khusus mengajak generasi milenial untuk menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental dan tidak takut konsultasi dengan psikolog

Ingin Anak Muda Sadar Pentingnya Kesehatan Mental, Riliv Gelar Millenials Wellness Day
SURYA.co.id/Delya Octovie
Memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia yang jatuh pada hari Rabu (10/10/2018), Riliv menggelar Millenials Wellness Day: Mentally Healthy Millenial di KORIDOR, Surabaya, Sabtu (13/10/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia yang jatuh pada hari Rabu (10/10/2018), Riliv menggelar Millenials Wellness Day: Mentally Healthy Millenial di KORIDOR, Surabaya, Sabtu (13/10/2018).

Event ini khusus mengajak generasi milenial untuk menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental, dan tidak takut konsultasi dengan psikolog profesional.

“Temanya dari asosiasi psikolog dunia memang mental health for youth, makanya judulnya Mllennials Wellness Day. Kami berharap generasi muda ini makin aware, karena rata-rata memang di usia-usia ini mulai ada tendensi suicide, tapi di Indonesia masih tabu. Pengguna Riliv saja 80% belum pernah ke psikolog,” tutur Audrey Maximillian Herli, CEO dan Co-Founder Riliv.

Start up Surabaya tersebut membagi event menjadi dua sesi acara.

Sesi pertama merupakan kelas-kelas kesehatan mental dengan berbagai topik seperti bullying, keseimbangan hidup dan pekerjaan, serta cara bertahan dari quarter life crisis.

Sedangkan sesi kedua merupakan konseling gratis, mulai dari konseling kelompok dan individu, eskebisi karya lukis Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan meditasi.

Tak sendirian, Riliv juga menggandeng Himpunan Psikologi Indonesia Jawa Timur.

Lutfi Arya, anggota HIMPSI Jatim sekaligus Head of Bullying Crisis Center Fakultas Psikologi Universitas Hang Tuah, mengatakan promosi kesadaran kesehatan mental bukan hanya soal melakukan perawatan, tetapi juga upaya pencegahan.

“Selama ini kan yang dilakukan hanya sporadis, belum tersistem. Tetapi kolaborasi bersama Riliv ini sepertinya lebih sistematis. Aplikasi konseling mereka itu sebuah terobosan di Indonesia,” jelasnya.

Aplikasi konseling, menurutnya, sudah lama ada di Amerika Serikat, namun masih perlu banyak pengembangan.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help